07 Agustus 2009

kata mutiara islami

Kebaikan Menghapus Keburukan

Ketahuilah, banyak orang yang berpakaian putih bersih namun ternoda agamanya. Berapa banyak orang yang memuliakan dirinya namun ternyata malah dihinakan oleh diri sendiri. Ingatlah, segera (kau hapus) keburukan yang telah lalu dengan kebaikan yang masih baru. (Abu Ubaidah ibnul Jarrah/Az Zuhd, Imam Ahmad)

Tanda Cinta

Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. (Ar Rabi’ bin Anas/ Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

Hati yang Lurus

Seseorang tidak bisa dipegang amanahnya sehingga lurus lisannya, dan dia tidak lurus lisannya sehingga lurus hatinya. (al Hasan al Bashri/Al Adab asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih)

Obat Hati

Memohonlah kepada Allah supaya memperbaiki hati dan niatmu, karena tidak ada sesuatu yang paling berat untuk kau obati selain keduanya. Ketika hatimu sedang menghadap (Allah) maka seketika mungkin untuk berpaling, maka ketika menghadap itulah engkau harus merampasnya supaya tidak berpaling. (Uwais al Qarni/ Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil Barr)

Arti Raut Muka

Tidaklah seseorang menyembunyikan sesuatu, melainkan Allah akan menampakkannya melalui raut mukanya dan ketergelinciran mulutnya. (Utsman bin ‘Affan/al Adab asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih)

Takabbur

Tidaklah aku melihat seseorang yang takabbur terhadap yang berada dibawahnya melainkan dia ditimpakan oleh Allah kehinaan melalui orang lain yang lebih tinggi darinya.(Abu Hatim al Basati/ Raudhatul ‘Uqala’, Ibnu Hibban)

Cinta Dunia

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. (Salman al Farisi/Az Zuhd, Imam Ahmad)

Mencari Ridha Allah

Barang siapa yang dibenci manusia karena mencari ridha Allah maka manusia (yang lain) akan mencukupinya (membelanya). Barang siapa yang mencari ridha manusia dengan murka Allah maka Allah akan serahkan dia kepada munusia juga. (Ummul Mu’minin Aisyah ra/ Az Zuhd, Imam Ahmad)

Nilai Keimanan

Barang siapa yang rela dengan ketetapan Allah maka ketetapan itu berlaku padanya dan ia mendapatkan pahala. Dan barang siapa yang tidak rela dengan ketetapan Allah maka ketetapan itu juga tetap berlaku padanya, sedangkan ia terputus amalnya. (Ali bin Abi Thalib/Mukhtashar Minhajul Qashidin, al Maqdisi)

Tiga Perkara

“Ada tiga perkara pada diriku, aku tidak menyebutkannya kecuali supaya dapat diambil pelajaran, Pertama “Aku tidak mendatangi penguasa (sulthan) kecuali jika di undang, kedua, Aku tidak masuk pada dua orang kecuali setelah keduanya mempersilahkanku masuk diantara mereka, ketiga, tidaklah aku menyebutkan seseorang setelah dia pergi dari sisiku kecuali kebaikan-kebaikan.” (Al Ahnaf bin Qais)

Cinta Dunia

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. (Malik bin Dinar/Hilyatul Auliyaa’)

Kebaikan

Rasulullah bersabda :“ Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala yang melakukannya” (HR. Muslim)


Merantaulah

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia kan keruh menggenang

Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan

(Al-imam asy-Syafi'i)

09 Juni 2009

HAKEKAT

Siapakah orang yang paling sibuk?
Orang yang paling sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya, seolah-olah ia harus mengurus kerajaan sebesar kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada, selalu menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan diperluaskan sejauh mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak
karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka

20 Mei 2009

jiwa perjuangan

anda tentu saja sering mendengar kata-kata pahlawan atau seorang pahlawan,,begitu juga dengan saya hampir setiap hari saya mendengar kata-kata itu terucap dari bibir orang-orang disekitar entah di kantor,, dijalan, dibus, media massa,,atau sumber lain.
begitu enak kata2 itu diucapkan oleh ornag-oranng yang merasa bahwa dirinya adlah pahlawan, sekarang timbul pertanyaaan sebenarnya apa sih kriteria orang yang bisa dibilang pahlawan itu?.sekarang yang banyak kita temui banyak pahlawan jadi-jadian yang mencari pamrih dari orang yang menganggapnya pahlawan...Bersambung.......

02 April 2009

MOTIVASI DIRI

Motivasi Diri

Adalah keliru menuntut orang lain memotivasi Anda. Tak seorang pun bertanggung jawab atas timbul tenggelamnya motivasi itu di dalam diri Anda, melainkan Anda sendiri. Pidato pemimpin yang menggebu-gebu, program pelatihan yang menggairahkan atau pernyataan visi yang penuh kalimat indah, semua itu hanya usaha mengetuk pintu motivasi diri Anda. Bila Anda tak berkenan membukanya, gedoran sekeras apapun takkan berguna. Karena Anda bertanggung jawab atas perjalanan karier dan hidup Anda, maka bangunlah, bangunkan diri Anda sendiri.

Anda pun tak bertanggung jawab pada naik turunnya motivasi orang lain. Karena Anda tak selalu tahu harapan mereka. Motivasi selalu bertalian dengan harapan. Sediakan tempat bagi mereka untuk memenuhi harapan bersama, antara Anda dan mereka. KEmudian, bekerjalah bahu-membahu untuk mewujudkannya. Motivasi selalu muncul dari kegembiraan. Sedangkan kegembiraan ditemukan dalam kerja bersama.


Kasih Orang Tua

Kenanglah kedua orang tua Anda. Biasanya, di saat orangtua kita masih hidup, tidak mudah bagi kita untuk menghargai kasih sayang mereka. Padahal mereka menebar cinta mereka dalam setiap desah nafas, gerak bibir, dan ayunan langkah mereka. Tak ada yang mereka pikirkan begitu penting selain keluarga mereka, anak cucu mereka, penerus keberlangsungan karya mereka di dunia ini. Bahkan dalam amarah, kekecewaan dan kesedihan mereka selimuti dengan kasih sayang.

Bagi kita, ini mungkin nasehat tua yang sudah terlalu sering terdengar. Namun, tak pernah usang, kerena orangtua selalu dilahirkan jaman. Mengenang orangtua sebenarnya mengenang keberadaan diri kita sendiri. Kita terlahir dari buah kasih sayang, kita tumbuh dalam naungan kasih sayang, kita pun ditinggalkan dengan lambaian kasih sayang. Memang tak ada yang terlambat, namun sebelum hati terdalam Anda menyesal, kasihilah orangtua Anda. Bagi mereka, balasan ini jauh lebih berharga dari apapun yang pernah diperolehnya. Bagi mereka, itulah bekal terbaik untuk menikmati usia senja mereka.

26 Maret 2009

kekuatan kasih sayang

cinta dan kasih sayang adalah penyemangat jiwa yang tidak dapat dihilangkan dari kehidupan manusia,,,saya ingin bercerita mengenai kekuatan cinta dan kasih sayang ini..beberapa hari yang lalu saya sempat putus asa dengan diri saya,,,rasanya hidup gak ada gunanya kalau tanpa dia....tugas-tugas gak ada yang selesai...saya menangis terus sampai pagi lagi akhirnya saya minta maaf dengan dia...dan dia memaafkan saya dasyatnya detik itu juga semangat untuk hidup muncul kembali begitulah kekuatan cinta dan kasih sayang mempengaruhi hidup kita.

04 Maret 2009

minat belajar

Minat Belajar Siswa
Posted by Muhammad on Nov 25, '08 2:52 AM for everyone
Tinjauan Tentang Minat Belajar Siswa
1.Pengertian Minat Belajar siswa
Minat belajar terdiri dari dua kata yakni
minat dan belajar, dua kata ini beda arti, untuk itu penulis akan
mendefinisikan satu persatu, sebagai berikut :
a.Minat menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah
kecenderungan hati yang tinggi terhadap suatu gairah keinginan.
b.Minat menurut Mahfudz Shalahuddin adalah perhatian
yang mengandung unsur-unsur perasaan.
c.Minat menurut Crow dan Crow, minat atau interest
bisa berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa
tertarik pada orang, benda dan kegiatan.
d.Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk
memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang
akan diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang.
e.Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa
keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.
Berdasarkan Definisi-definisi di atas,
bisa disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan jiwa yang relative menetap
kepada diri seseorang dan biasanya disertai dengan perasaan senang. Menurut
Berhard "minat" timbul atau muncul tidaksecara tiba-tiba, melainkan
timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar atau
bekerja, dengan kata lain, minat dapat menjadi penyebab kegiatan dan penyebab
partisipasi dalam kegiatan. Sedangkan pengertian belajar adalah sebagai berikut
:
a.Belajar menurut Ernest R Hicgard adalah proses
pembuatan yang dengan sengaja bisa menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda
dari perubahanyang ditumbulkan sebelumnya.
b.Menurut Gagne, belajar merupakan perubahan yang
diperlihatkan dalam bentuk tingkah laku, yang keadaannya berbeda dari sebelum
individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang sempurna
itu.
c.Menurut para ahli psikologi, belajarmerupakan
suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari
interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidup.
d.Menurut Sardiman, belajar merupakan usaha
penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju
terbentuknya kepribadian seutuhnya.
Dari definisi-definisi di atas, dapat
ditarik kesimpulan bahwa belajar itu menimbulkan suatu perubahan tingkah laku
yang relatif tetap dan perubahan itu dilakukan lewat kegiatan, atau usaha yang
disengaja.
Jadi, yang dimaksud dari minat belajar
adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala,
seperti : gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan
tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan
pengalaman, dengan kata lain, minat belajar itu adalah perhatian, rasa suka,
ketertarikan seseorang (siswa) terhadap belajar yang ditunjukkan melalui
keantusiasan, partisipasi dan keaktifan dalam belajar.
Agama Islam pun sangat memperhatikan
masalah pendidikan (khususnya belajar) untuk mencari dan menuntut ilmu
pengetahuan, karena dengan ilmu pengetahuan manusia bisa berkarya dan
berprestasi serta dengan ilmu dan dengan belajar manusia dapat pandai, mengerti
tentang hal-hal yang ia pelajari, dan dengan ilmu itupun manusia ibadahnya
menjadi sempurna, begitu pentingnya ilmu Rasulullah SAW. mewajibkan umatnya
untuk menuntut ilmu, baik laki-laki maupun perempuan. Sabda Rasulullah SAW.
dalam haditsnya :
ا طلب العلم
ولو بالصين فان طلب العلم فريضة على كل مسلم ان الملا ءكة تضع اجتحتها
ا لطا لب العلم
رضا بما يطلب (رواه ابن عبد البار)
Artinya :
Tuntutlah ilmu walaupun dinegeri cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu
itu wajib bagi setiap muslim (laki-laki atau perempuan), sesungguhnya para
malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang
(rela) dengan yang ia tuntut. (H.R. Ibnu Abdil bar).
Minat ini besar pengaruhnya terhadap
belajar, karena minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan derajat
keaktifan siswa, bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat
siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, sebab tidak ada daya
tarik baginya. Oleh karena itu, untuk mengatasi siswa yang kurang berminat
dalam belajar, guru hendaknya berusaha bagaimana menciptakan kondisi tertentu
agar siswa itu selalu butuh dan ingin terus belajar. Dalam artian menciptakan
siswa yang mempunyai minat belajar yang besar, mungkin dengan cara menjelaskan
hal-hal yang menarik, salah satunya adalah mengembangkan variasi dalam gaya
mengajar. Dengan variasi ini siswa bisa merasa senang dan memperoleh kepuasan
terhadap belajar.
Minat mengandung unsur-unsur kognisi
(mengenal), emesi (perasaan), dan konasi (kehendak). Oleh sebab itu, minat
dapat dianggap sebagai respon yang sadar, sebab kalau tidak demikian, minat
tidak akan mempunyai arti apa-apa.
Unsur kognisi maksudnya adalah minat itu
didahului oleh pengetahuan dan informasi mengenai obyek yang dituju oleh minat
tersebut unsur emosi, karena dalam partisipasi atau pengalaman itu disertai
oleh perasaan tertentu, seperti rasa senang, sedangkan unsur konasi merupakan
kelanjutan dari unsur kognisi.
Dari kedua unsur tersebut yaitu yang
diwujudkan dalam bentuk kemauan dan hasrat untuk melakukan suatu kegiatan,
termasuk kegiatan yang ada di sekolah seperti belajar.
Jadi minat sangat erat hubungannya dengan
belajar, belajar tanpa minat akan terasa menjemukan, dalam kenyataannya tidak
semua belajar siswa didorong oleh faktor minatnya sendiri, ada yang
mengembangkan minatnya terhadap materi pelajaran dikarenakan pengaruh dari
gurunya, temannya, orang tuanya. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban dan
tanggung jawab sekolah untuk menyediakan situasi dan kondisi yang bisa
merangsang minat siswa terhadap belajar.
Membangkitkan minat belajar siswa itu juga
merupakan tugas guru yang mana guru harus benar-benar bisa menguasai semua
keterampilan yang menyangkut pengajaran, terutama keterampilan dalam
bervariasi, keterampilan ini sangat mempengaruhi minat belajar siswa seperti
halnya bervariasi dalam gaya mengajar, jika seorang guru tidak menggunakan
variasi tersebut, siswa akan cepat bosan dan jenuh terhadap materi pelajaran.
Untuk mengatasi hal-hal tersebut guru hendaklah menggunakan variasi dalam gaya
mengajar, agar semangat dan minat siswa dalam belajar meningkat, jika sudah
begitu, hasil belajarpun sangat memuaskan. Dan tujuan pembelajaran pun akan
tercapai dengan maksimal.
2.Asal-Usul Minat Belajar Siswa
Minat tidak dibawa sejak lahir, minat
merupakan hasil dari pengalaman belajar. Jenis pelajaran yang melahirkan minat
itu akan menentukan seberapa lama minat bertahan dan kepuasan yang diperoleh
dari minat.
Minat timbul tidak secara tiba-tiba,
melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu
belajar itu menurut Bernard. Kalau menurut Ngalim Purwanto minat itu timbul
dengan menyatakan diri dalam kecenderungan umum untuk menyelidiki dan
menggunakan lingkungan dari pengalaman, anak bisa berkembang kearah berminat
atau tidak berminat kepada sesuatu.
Untuk itu ada dua hal yang menyangkut minat yang
perlu diperhatikan yakni :
a.Minat pembawaan, minat muncul dengan tidak
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, baik itu kebutuhan maupun lingkungan.
Minat semacam ini biasanya muncul berdasarkan bakat yang ada.
b.Minat muncul karena adanya pengaruh dari luar,
maka minat seseorang bisa saja berubah karena adanya pengaruh dari luar,
seperti : lingkungan, orang tuanya, dan bisa saja gurunya.
Dari dua hal di atas, yang nomor dua
inilah yang dipermasalahkan atau sedang diperbincangkan dalam skripsi ini,
minat yang timbul karena adanya pengaruh dari guru yang menggunakan variasi
gaya mengajar.
Ada beberapa indikator-indikator minat
belajar siswa sebagai berikut :
1)Pengalaman belajar
Pengalaman yang dimiliki oleh siswa dalam mata
pelajaran tersebut baik seperti prestasi belajar.
2)Mempunyai sikap emosional yang tinggi
Seorang anak yang berminat dalam belajar mempunyai
sikap emosional yang tinggi misalnya siswa tersebut aktif mengikuti pelajaran,
selalu mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik.
3)Pokok pembicaraan
Apa yang dibicarakan (didiskusikan) anak dengan
orang dewasa atau teman sebaya, dapat memberi petunjuk mengenai minat mereka
dan seberapa kuatnya minat tersebut. Jadi, artinya dalam berdiskusi anak
tersebut akan antusias semangat dan berprestasi.
4)Buku bacaan (buku yang dibaca)
Biasanya siswa atau anak jika diberi kebebasan
untuk memilih buku bacaan tertentu siswa itu akan memilih buku bacaan yang
menarik dan sesuai dengan bakat dan minatnya.
5)Pertanyaan
Bila pada saat proses belajar mengajar berlangsung
siswa selalu aktif dalam bertanya dan pertanyaan tersebut sesuai dengan materi
yang diajarkan itu bertanda bahwa siswa tersebut memiliki minat yang besar
terhadap pelajaran tersebut.
Dengan adanya indikator-indikator di atas,
seorang guru bisa mengetahui, apakah siswa yang diajarnya itu berminat untuk
mempelajari suatu pelajarannya dalam artian belajar atau tidak berminat untuk
belajar, jika siswa tidak berminat maka gurunya hendaknya memberi motivasi atau
membangkitkan minat siswa tersebut, diantaranya dengan menggunakan variasi gaya
mengajar.
3.Peranan Dan Fungsi Minat
Pada setiap minat manusia, minat memegang
peranan penting dalam kehidupannya dan mempunyai dampak yang besar atas prilaku
dan sikap, minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajar, anak yang
berminat terhadap sesuatu kegiatan baik itu bekerja maupun belajar, akan
berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
William Amstrong menyatakan bahwa
kosentrasi tidak ada bila bila ada minat yang memadai, seseorang tidak akan
melakukan kegiatan jika tidak ada minat, Lester dan Alice Crow juga menekankan
beberapa pentingnya minat untuk mencapai sukses dalam hidup sesorang.
Suatu minat dalam belajar merupakan suatu
kejiwaan yang menyertai siswa dikelas dan menemani siswa dalam belajar. Minat
mempunyai fungsi sebagai pendorong yang kuat dalam mencapai prestasi dan minat
juga dapat menambah kegembiraan pada setiap yang ditekuni oleh seseorang.
Peranan minat dalam proses belajar
mengajar adalah untuk pemusatan pemikiran dan juga untuk menimbulkan
kegembiraan dalam usaha belajar seperti adanya kegairahan hati dapat
memperbesar daya kemampuan belajar dan juga membantunya tidak melupakan apa
yang dipelajarinya, jadi belajar dengan penuh dengan gairah, minat, dapat
membuat rasa kepuasan dan kesenangan tersendiri.
Ada beberapa peranan minat dalam belajar antara
lain :
a.Menciptakan, menimbulkan kosentrasi atau perhatian
dalam belajar
b.Menimbulkan kegembiraan atau perasaan senang dalam
belajar
c.Memperkuat ingat siswa tentang pelajaran yang
telah diberikan guru
d.Melahirkan sikap belajar yang positif dan
kontruktif
e.Memperkecil kebosanan siswa terhadap studi /
pelajaran
4.Faktor-Faktor Mempengaruhi Minat Belajar
Berhasil atau tidak seseorang dalam
belajar disebabkan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil
belajar. Faktor-faktor yang mempengaruhi banyak jenisnya, tetapi digolongkan
menjadi dua golongan, yaitu faktor intern, dan faktor ekstern, faktor intern
adalah faktor yang ada dalam individu seperti faktor, kesehatan, bakat
perhatian, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar individu
(dirinya) seperti Keluarga, sekolah, masyarakat.
Dibawah ini akan dikemukakan faktor-faktor
yang mempengaruhi minat belajar tersebut.
a.Faktor-faktor Intern :
1)Faktor Biologis
a)Faktor Kesehatan
Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar
pengaruhnya terhadap kemampuan belajar, bila seseorang kesehatannya terganggu
misalkan sakit pilek, demam, pusing, batuk dan sebagainya, dapat mengakibatkan
cepat lelah, tidak bergairah, dan tidak bersemangat untuk belajar.
Demikian halnya jika kesehatan rohani
(Jiwa) seseorang kuarang baik, misalnya mengalami perasaan kecewa karena putus
cinta atau sebab lainnya, ini bisa mengganggu atau mengurangi semangat belajar.
Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan sangat penting bagi setiap orang, baik
fisik maupun mental, agar badan tetap kuat, pikiran selalu segar dan
bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar.
b)Cacat Tubuh
Cacat tubuh adalah sesuatu yang
menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh. Cacat tubuh
seperti buta, tuli, patah kaki, lumpuh dan sebagainya bias mempengaruhi
belajar, siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Sebenarnya jika hal ini
terjadi hendaknya anak atau siswa tersebut dilembagakan pendidikan khusus
supaya dapat menghindari atau mengurangi kecacatannya itu.
c)Faktor Psikologis
Ada banyak faktor psikologis, tapi disini
penulis mengambil beberapa saja yang ada relevansinya dengan pembahasan skripsi
ini, faktor-faktor tersebut adalah :
(1)Perhatian
Untuk mencapai hasil belajar yang baik,
maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika
bahan atau materi pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka minat
belajarpun rendah, jika begitu akan timbul kebosanan, siswa tidak bergairah
belajar, dan bias jadi siswa tidak lagi suka belajar.
Agar siswa berminat dalam belajar,
usahakanlah bahan atau materi pelajaran selalu menarik perhatian, salah satunya
usaha tersebut adalah dengan menggunakan variasi gaya mengajar yang sesuai dan
tepat dengan materi pelajaran.
(2)Kesiapan
Kesiapan menurut James Drever adalah,
Prepanednesto Respond or Reach. Kesiapan adalah kesediaan untuk memberikan
response atau bereaksi kesediaan itu timbul dalam diri seseorang dan juga
berhubungan dengan kematangan, karena kematangan berarti kesiapan untuk
melaksanakan kecakapan. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar
mengajar, seperti halnya jika kita mengajar ilmu filsafat kepada anak-anak yang
baru duduk dibangku sekolah menengah, anak tersebut tidak akan mampu memahami
atau menerimanya. Ini disebabkan pertumbuhan mentalnya belum matang untuk
menerima pelajaran tersebut.
Jadi menganjurkan sesuatu itu berhasil
jika tarif pertumbuhan pribadi telah memungkinkannya, potensi-potensi jasmani
atai rohaninya telah matang untuk menerima karena jika siswa atau anak yang
belajar itu sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya itupun akan lebih baik
dari pada anak yang belum ada kesiapan.
(3)Bakat atau Intelegensi
Bakat adalah kemampuan untuk belajar.
Kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah
belajar, misalkan orang berbakat menyanyi, suara, nada lagunya terdengar lebih
merdu disbanding dengan orang yang tidak berbakat menyanyi.
Bakat bias mempengaruhi belajar, jika
bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakat, maka siswa akan
berminat terhadap pelajaran tersebut, begitu juga intelegensi, orang yang
memiliki intelegensi (IQ) tinggi, umumnya mudah belajar dan hasilnyapun
cenderung baik, sebaliknya jika seseorang yang “IQ” nya rendah akan mengalami
kesukaran dalam belajar.
Jadi kedua aspek kejiwaan ini besar sekali
pengaruhnya terhadap minat belajar dan keberhasilan belajar. Bila seseorang
memiliki intelegensi tinggi dan bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari, maka
proses belajarnya akan lancar dan sukses disbanding dengan orang yang memiliki
“IQ” rendah dan berbakat, kedua aspek tersebut hendaknya seimbang, agar
tercapai tujuan yang hendak dicapai.
b.Faktor-faktor eksternal :
Faktor eksternal yang mempengaruhi minat
belajar siswa adalah faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat.
Uraian berikut akan membahas ketiga faktor tersebut.
1)Faktor Keluarga
Minat belajar siswa bias dipengaruhi oleh
keluarga seperti cara orang tua mendidik, suasana rumah dan keadaan ekonomi
keluarga. Akan diuraikan sebagai berikut :
(a)Cara orang tua mendidik
Cara orang tua mendidik anaknya sangat
besar pengaruhnya terhadap belajar anak. Hal ini dipertegas oleh Sutjipto
Wirowidjojo yang menyatakan bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan yang
pertama dan utama. Jika orang tua tidak memperhatikan pendidikan anaknya (acuh
tak acuh terhadap belajar anaknya) seperti tidak mengatur waktu belajar, tidak
melengkapi alat belajarnya dan tidak memperhatikan apakah anaknya belajar atau
tidak, semua ini berpengaruh pada semangat belajar anaknya, bias jadi anaknya
tersebut malas dan tidak bersemangat belajar. Hasil yang didapatkannya pun
tidak memuaskan bahkan mungkin gagal dalam studinya.
Mendidik anak tidak baik jika terlalu
dimanjakan dan juga tidak baik jika mendidik terlalu keras. Untuk itu, perlu
adanya bimbingan dan penyuluhan yang tentunya melibatkan orang tua, yang sangat
berperan penting akan keberhasilan bimbingan tersebut.
(b)Suasana rumah
Suasana rumah dimaksudkan adalah situasi
atau kejadian-kejadian yang sering terjadi didalam keluarga, dimana anak berada
dan belajar. Suasana rumah yang gaduh, ramai dan semrawut tidak memberi
ketenangan kepada anaknya yang belajar. Biasanya ini terjadi pada keluarga yang
besar dan terlalu banyak penghuninya, suasana rumah yang tegang, ribut, sering
cekcok, bias menyebabkan anak bosan di rumah, dan sulit berkonsentrasi dalam
belajarnya. Dan akibatnya anak tidak semangat dan bosan belajar, karena
terganggu oleh hal-hal tersebut.
Untuk memberikan motivasi yang mendalam
pada anak-anak perlu diciptakan suasana rumah yang tenang, tentram dan penuh
kasih saying supaya anak tersebut betah dirumah dan bias berkonsentrasi dalam
belajarnya.
(c)Keadaan Ekonomi Keluarga
Dalam kegiatan belajar, seorang anak
akadang-kadang memerlukan sarana prasarana atau fasilitas-fasilitas belajar
seperti buku, alat-alat tulis dan sebagainya. Fasilitas ini hanya dapat
terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang, jika fasilitas tersebut tidak
dapat dijangkau oleh keluarga. Ini bias menjadi faktor penghambat dalam belajar
tapi sianak hendaknya diberi pengertian tentang hal itu. Agar anak bias
mengerti dan tidak sampai mengganggu belajarnya. Tapi jika memungkinkan untuk
mencukupi fasilitas tersebut, maka penuhilah fasilitas tersebut, agar anak
bersemangat senang belajar.

2)Faktor sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi minat
belajar siswa mencakup metode mengajar, kurikulum, pekerjaan rumah.
(a)Metode mengajar
Metode mengajar adalah suatu cara yang
harus dilalui dalam mengajar, metode mengajar ini mempengaruhi minat belajar
siswa. Jika metode mengajar guru kurang baik dalam artian guru kurang menguasai
materi-materi kurang persiapan, guru tidak menggunakan variasi dalam
menyampaikan pelajaran alias monoton, semua ini bias berpengaruh tidak baik
bagi semangat belajar siswa. Siswa bisa malas belajar, bosan, mengantuk dan
akibatnya siswa tidak berhasil dalam menguasai materi pelajaran.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan minat
belajar siswa guru hendaknya menggunakan metode mengajar yang tepat, efesien
dan efektif yakni dengan dilakukannya keterampilan variasi dalam menyampaikan
materi.
(b)Kurikulum
Kurikulum diartikan sebagai sejumlah
kegiatan yang diberikan kepada siswa kegiatan itu sebagian besar adalah
menyajikan bahan pelajaran. Bahan pelajaran yang seharusnya disajikan itu
sesuai dengan kebutuhan bakat dan cita-cita siswa juga masyarakat setempat.
Jadi kurikulum bisa dianggap tidak baik jika kurikulum tersebut terlalu padat,
di atas kemampuan siswa, tidak sesuai dengan bakat, minat dan perhatian siswa.
Perlu diingat bahwa system intruksional
sekarang menghendaki proses belajar mengajar yang mementingkan kebutuhan siswa.
Guru perlu memahami siswa dengan baik, agar dapat melayani siswa dan memberi
semangat belajar siswa, agar dapat melayani siswa dan memberi semangat belajar
siswa. Adanya kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan-kebutuhan siswa, akan
meningkatkan semangat, dan minat belajar siswa, sehingga siswa mendapatkan
hasil belajar yang memuaskan.
(c)Pekerjaan rumah
Pekerjaan rumah yang terlalu banyak
dibebankan oleh guru kepada murid untuk dikerjakan di rumah. Merupakan momok
penghambat dalam kegiatan belajar, karena membuat siswa cepat bosan adalah belajar
siswa tidak memiliki kesempatan untuk mengerjakan kegiatan yang lain. Untuk
menghindari kebosanan tersebut guru janganlah terlalu banyak memberi tugas
rumah (PR), berilah kesempatan siswa unuk melakukan kegiatan yang lain, agar
siswa tidak merasa bosan dan lelah dengan belajar.

c.Faktor masyarakat
Masyarakat juga berpengaruh terhadap minat
belajar siswa, berikut ini penulis membahas beberapa faktor masyarakat yang
bisa mempengaruhi minat belajar siswa, yakni :
1)Kegiatan dalam masyarakat
Disamping belajar, anak juga mempunyai
kegiatan-kegiatan lain diluar sekolah, misalnya karang taruna, menari, olah
raga dan lain sebagainya. Bila kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan dengan
berlebih-lebihan, bisa menurunkan semangat belajar siswa, karena anak sudah terlanjur
senang dalam organisasi atau kegiatan dimasyarakat, dan perlu diingatkan tidak
semua kegiatan dimasyarakat berdampak baik bagi anak.
Maka dari itu, orang tua perlu
memperhatikan kegiatan anak-anaknya, supaya jangan atau tidak hanyut dalam
kegiatan-kegiatan yang tidak menunjang belajar anak. Jadi orang tua hendaknya
membatasi kegiatan siswa dalam masyarakat agar tidak mengganggu belajarnya, dan
orang tua juga mengikut sertakan siswa pada kegiatan yang mendukung semangat
belajarnya seperti kursus bahasa Inggris, dan komputer.
2)Teman bergaul
Pengaruh-pengaruh dari teman bergaul siswa
lebih cepat masuk dalam jiwa anak jika teman bergaulnya baik akan berpengaruh
baik terhadap diri siswa, begitu juga sebaliknya. Jika teman bergaulnya jelek
pasti mempengaruhi sifat yang jelek pada diri siswa. Seyogyanya orang tua
memperhatikan pergaulan anak-anaknya, jangan sampai anaknya berteman dengan
anak yang memiliki tingkah laku yang tidak diharapkan, usahakan agar siswa
memiliki teman bergaul yang baik yang bisa memberikan semangat belajar yang
baik. Tugas orang tua hanya mengontrol dari belakang jangan terlalu dan jangan
terlalu dibebaskan yang bijaksana saja, agar siswa tidak terganggu dan
terhambat belajarnya.
Masih banyak pengaruh-pengaruh eksternal
minat belajar siswa lingkungan sekitar juga bisa mempengaruhi, untuk itu
usahakan lingkungan disekitar kita itu baik, agar dapat memberi pengaruh yang
positif terhadap siswa/anak, sehingga anak terdorong atau bersemangat belajar.
5.Aspe-Aspek Yang Meningkatkan Dan Menumbuhkan Minat
Belajar
Mengembangkan minat terhadap sesuatu pada
dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana pengetahuan atau kecakapan
tertentu mempengaruhi dirinya, memuaskan dan melayani kebutuhan-kebutuhannya,
begitu juga dengan siswa, jika siswa sudah sadar bahwa belajar merupakan alat
untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggap penting, maka belajarnya akan
membawa kemajuan pada dirinya dan otomotis dia bersemangat dalam mempelajari
hal tersebut.
Pada kenyataannya tidak semua siswa sadar
akan hal itu, dan tidak semua siswa memiliki minat intrinsic yang sama, dengan
ketidaksamaan minat tersebut guru hendaknya mengetahui seberapa besar minat
siswa tersebut terhadap pelajaran. Jika siswa kurang berminat dan menumbuhkan
minat belajar siswa, dan tidak menutup kemungkinan faktor-faktor lain yang
mendukung minat belajar siswa.
Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa
cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru
adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada, misalkan siswa
menaruh minat terhadap lingkungan (pencemaran) disini pengajar dapat menarik
perhatian (minat) siswa dengan bercerita tentang lingkungan sekitar atau
bencana alam yang melanda negeri kita, dan bisa juga memperlihatkan tayangan
televisi yang berhubungan dengan lingkungan (pencemaran).
Tanner an tanner (1975) juga menyarankan
agar para pengajar berusaha membentuk minat-minat baru pada siswa. Hal ini bisa
dicapai melalui jalan memberi informasi pada siswa bahan pelajaran yang akan
disampaikan dengan dihubungkan bahan pelajaran yang lalu, kemudian diuraikan
kegunaannya dimasa yang akan dating. Roijakters (1980) berpendapat bahwa hal
ini bisa dicapai dengan cara menghubungkan bahan pelajaran dengan berita-berita
yang sensional, yang sudah diketahui siswa.
Bila usaha-usaha di atas tidak berhasil,
bisa menggunakan cara insentif, yaitu alat yang dipakai untuk membujuk
seseorang agar mau melakukan sesuatu yang awalnya tidak mau ia lakukan seperti
memberi hadiah pada siswa yang belajar dengan baik, memberi hukuman pada siswa
yang malas belajar, sehingga hasilnya (prestasinya) buruk, dalam memberikan
hukuman jangan terlalu berlebihan (berat), karena bisa menghambat belajar
mereka, berilah hukuman yang sewajarnya dan bisa memberi motivasi si anak untuk
giat belajar, siswa adalah :
a.Membangkitkan minat-minat siswa yang telah ada
b.Menghubungkan dengan pengalaman (pelajaran) yang
lalu
c.Memberikan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang
baik atau lebih baik dari yang kemarin
d.Menggunakan berbagai macam variasi gaya mengajar
e.Menggunakan berbagai bentuk mengajar baik itu
metode penyampaian materi maupun keterampilan-keterampilan yang lain sehingga
siswa bersemangat dan berminat untuk mempelajarinya.
Menurut Mahfudz Shalahuddin dalam bukunya
pengantar psikologi pendidikan, ada empat aspek yang bisa menumbuhkan minat
yaitu :
a.Fungsi/Adanya kebutuhan-kebutuhan
Minat dapat muncul atau digerakkan, jika
ada kebutuhan seperti minat terhadap ekonomi, minat ini dapat muncul karena ada
kebutuhan sandang, pangan dan papan. Kebutuhan bisa dikelompokkan menjadi
empat, ini menurut Sardiman AM, kebutuhan tersebut adalah :

1)Kebutuhan psikologis, seperti lapar, haus
2)Kebutuhan cinta dan kasih dalam suatu golongan,
seperti disekolah, di rumah
3)Kebutuhan keamanan, seperti rasa aman
4)Kebutuhan untuk mewujudkan cita-cita atau
pengembangan bakat
b.Keinginan dan cita-cita
Keinginan dan cita-cita dapat mendorong
munculnya minat terhadap sesuatu, seperti keinginan atau cita-cita menjadi
dokter. Secara otomatis orang tersebut terdorong dan berminat untuk mempelajari
hal-hal yang berkaitan dengan ilmu kedokteran (kesehatan, penyakit-penyakit).
Semakin besar cita-cita atau keinginan,
maka semakin besar/tinggi minat yang muncul dalam diri seseorang.
c.Pengaruh kebudayaan
Kebudayaan terdiri dari dua lingkup, yakni
lingkup mikro (individual) dan lingkup makro (sosial,adat istiadat) kebudayaan
dapat memunculkan minat-minat tertentu seperti tari-tarian, tari remo dari jawa
timur, jaipong dari jawa barat, semua itu akan menarik orang untuk
memperhatikan dan mempelajari kebudayaan jawa barat dan jawa timur.
Begitu juga belajar, minat belajar siswa
dapat timbul karena adanya kebiasaan belajar.

d.Pengalaman
Pengalaman merupakan permulaan dari
kebudayaan seperti pengalaman seorang guru dapat menimbulkan/menumbuhkan minat
guru untuk menekuni bidang-bidang keguruan, dengan adanya pengalaman tersebut
minat seseorang bisa tergerak (bertambah), missal ada seseorang siswa, tahun
lalu menduduki prestasi rendah, maka siswa tersebut berpikiran jangan sampai
itu terulang kembali, sehingga ia lebih meningkatkan belajarnya dari
tercapainya prestasi yang lebih baik dari yang kemarin (tahun lalu).

TINJAUAN TENTANG MINAT BELAJAR

Tinjauan Tentang Minat Belajar Siswa

1. Pengertian Minat Belajar siswa

Minat belajar terdiri dari dua kata yakni minat dan belajar, dua kata ini beda arti, untuk itu penulis akan mendefinisikan satu persatu, sebagai berikut :

a. Minat menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap suatu gairah keinginan.

b. Minat menurut Mahfudz Shalahuddin adalah perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan.

c. Minat menurut Crow dan Crow, minat atau interest bisa berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda dan kegiatan.

d. Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang akan diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang.

e. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

Berdasarkan Definisi-definisi di atas, bisa disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan jiwa yang relative menetap kepada diri seseorang dan biasanya disertai dengan perasaan senang. Menurut Berhard "minat" timbul atau muncul tidaksecara tiba-tiba, melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar atau bekerja, dengan kata lain, minat dapat menjadi penyebab kegiatan dan penyebab partisipasi dalam kegiatan. Sedangkan pengertian belajar adalah sebagai berikut :

a. Belajar menurut Ernest R Hicgard adalah proses pembuatan yang dengan sengaja bisa menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahanyang ditumbulkan sebelumnya.

b. Menurut Gagne, belajar merupakan perubahan yang diperlihatkan dalam bentuk tingkah laku, yang keadaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang sempurna itu.

c. Menurut para ahli psikologi, belajarmerupakan suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidup.

d. Menurut Sardiman, belajar merupakan usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya.

Dari definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar itu menimbulkan suatu perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan perubahan itu dilakukan lewat kegiatan, atau usaha yang disengaja.

Jadi, yang dimaksud dari minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala, seperti : gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman, dengan kata lain, minat belajar itu adalah perhatian, rasa suka, ketertarikan seseorang (siswa) terhadap belajar yang ditunjukkan melalui keantusiasan, partisipasi dan keaktifan dalam belajar.

Agama Islam pun sangat memperhatikan masalah pendidikan (khususnya belajar) untuk mencari dan menuntut ilmu pengetahuan, karena dengan ilmu pengetahuan manusia bisa berkarya dan berprestasi serta dengan ilmu dan dengan belajar manusia dapat pandai, mengerti tentang hal-hal yang ia pelajari, dan dengan ilmu itupun manusia ibadahnya menjadi sempurna, begitu pentingnya ilmu Rasulullah SAW. mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu, baik laki-laki maupun perempuan. Sabda Rasulullah SAW. dalam haditsnya :

ا طلب العلم ولو بالصين فان طلب العلم فريضة على كل مسلم ان الملا ءكة تضع اجتحتها

ا لطا لب العلم رضا بما يطلب (رواه ابن عبد البار)

Artinya :

Tuntutlah ilmu walaupun dinegeri cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim (laki-laki atau perempuan), sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut. (H.R. Ibnu Abdil bar).

Minat ini besar pengaruhnya terhadap belajar, karena minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan derajat keaktifan siswa, bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, sebab tidak ada daya tarik baginya. Oleh karena itu, untuk mengatasi siswa yang kurang berminat dalam belajar, guru hendaknya berusaha bagaimana menciptakan kondisi tertentu agar siswa itu selalu butuh dan ingin terus belajar. Dalam artian menciptakan siswa yang mempunyai minat belajar yang besar, mungkin dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik, salah satunya adalah mengembangkan variasi dalam gaya mengajar. Dengan variasi ini siswa bisa merasa senang dan memperoleh kepuasan terhadap belajar.

Minat mengandung unsur-unsur kognisi (mengenal), emesi (perasaan), dan konasi (kehendak). Oleh sebab itu, minat dapat dianggap sebagai respon yang sadar, sebab kalau tidak demikian, minat tidak akan mempunyai arti apa-apa.

Unsur kognisi maksudnya adalah minat itu didahului oleh pengetahuan dan informasi mengenai obyek yang dituju oleh minat tersebut unsur emosi, karena dalam partisipasi atau pengalaman itu disertai oleh perasaan tertentu, seperti rasa senang, sedangkan unsur konasi merupakan kelanjutan dari unsur kognisi.

Dari kedua unsur tersebut yaitu yang diwujudkan dalam bentuk kemauan dan hasrat untuk melakukan suatu kegiatan, termasuk kegiatan yang ada di sekolah seperti belajar.

Jadi minat sangat erat hubungannya dengan belajar, belajar tanpa minat akan terasa menjemukan, dalam kenyataannya tidak semua belajar siswa didorong oleh faktor minatnya sendiri, ada yang mengembangkan minatnya terhadap materi pelajaran dikarenakan pengaruh dari gurunya, temannya, orang tuanya. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab sekolah untuk menyediakan situasi dan kondisi yang bisa merangsang minat siswa terhadap belajar.

Membangkitkan minat belajar siswa itu juga merupakan tugas guru yang mana guru harus benar-benar bisa menguasai semua keterampilan yang menyangkut pengajaran, terutama keterampilan dalam bervariasi, keterampilan ini sangat mempengaruhi minat belajar siswa seperti halnya bervariasi dalam gaya mengajar, jika seorang guru tidak menggunakan variasi tersebut, siswa akan cepat bosan dan jenuh terhadap materi pelajaran. Untuk mengatasi hal-hal tersebut guru hendaklah menggunakan variasi dalam gaya mengajar, agar semangat dan minat siswa dalam belajar meningkat, jika sudah begitu, hasil belajarpun sangat memuaskan. Dan tujuan pembelajaran pun akan tercapai dengan maksimal.

2. Asal-Usul Minat Belajar Siswa

Minat tidak dibawa sejak lahir, minat merupakan hasil dari pengalaman belajar. Jenis pelajaran yang melahirkan minat itu akan menentukan seberapa lama minat bertahan dan kepuasan yang diperoleh dari minat.

Minat timbul tidak secara tiba-tiba, melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar itu menurut Bernard. Kalau menurut Ngalim Purwanto minat itu timbul dengan menyatakan diri dalam kecenderungan umum untuk menyelidiki dan menggunakan lingkungan dari pengalaman, anak bisa berkembang kearah berminat atau tidak berminat kepada sesuatu.

Untuk itu ada dua hal yang menyangkut minat yang perlu diperhatikan yakni :

a. Minat pembawaan, minat muncul dengan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, baik itu kebutuhan maupun lingkungan. Minat semacam ini biasanya muncul berdasarkan bakat yang ada.

b. Minat muncul karena adanya pengaruh dari luar, maka minat seseorang bisa saja berubah karena adanya pengaruh dari luar, seperti : lingkungan, orang tuanya, dan bisa saja gurunya.

Dari dua hal di atas, yang nomor dua inilah yang dipermasalahkan atau sedang diperbincangkan dalam skripsi ini, minat yang timbul karena adanya pengaruh dari guru yang menggunakan variasi gaya mengajar.

Ada beberapa indikator-indikator minat belajar siswa sebagai berikut :

1) Pengalaman belajar

Pengalaman yang dimiliki oleh siswa dalam mata pelajaran tersebut baik seperti prestasi belajar.

2) Mempunyai sikap emosional yang tinggi

Seorang anak yang berminat dalam belajar mempunyai sikap emosional yang tinggi misalnya siswa tersebut aktif mengikuti pelajaran, selalu mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik.

3) Pokok pembicaraan

Apa yang dibicarakan (didiskusikan) anak dengan orang dewasa atau teman sebaya, dapat memberi petunjuk mengenai minat mereka dan seberapa kuatnya minat tersebut. Jadi, artinya dalam berdiskusi anak tersebut akan antusias semangat dan berprestasi.

4) Buku bacaan (buku yang dibaca)

Biasanya siswa atau anak jika diberi kebebasan untuk memilih buku bacaan tertentu siswa itu akan memilih buku bacaan yang menarik dan sesuai dengan bakat dan minatnya.

5) Pertanyaan

Bila pada saat proses belajar mengajar berlangsung siswa selalu aktif dalam bertanya dan pertanyaan tersebut sesuai dengan materi yang diajarkan itu bertanda bahwa siswa tersebut memiliki minat yang besar terhadap pelajaran tersebut.

Dengan adanya indikator-indikator di atas, seorang guru bisa mengetahui, apakah siswa yang diajarnya itu berminat untuk mempelajari suatu pelajarannya dalam artian belajar atau tidak berminat untuk belajar, jika siswa tidak berminat maka gurunya hendaknya memberi motivasi atau membangkitkan minat siswa tersebut, diantaranya dengan menggunakan variasi gaya mengajar.

3. Peranan Dan Fungsi Minat

Pada setiap minat manusia, minat memegang peranan penting dalam kehidupannya dan mempunyai dampak yang besar atas prilaku dan sikap, minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajar, anak yang berminat terhadap sesuatu kegiatan baik itu bekerja maupun belajar, akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

William Amstrong menyatakan bahwa kosentrasi tidak ada bila bila ada minat yang memadai, seseorang tidak akan melakukan kegiatan jika tidak ada minat, Lester dan Alice Crow juga menekankan beberapa pentingnya minat untuk mencapai sukses dalam hidup sesorang.

Suatu minat dalam belajar merupakan suatu kejiwaan yang menyertai siswa dikelas dan menemani siswa dalam belajar. Minat mempunyai fungsi sebagai pendorong yang kuat dalam mencapai prestasi dan minat juga dapat menambah kegembiraan pada setiap yang ditekuni oleh seseorang.

Peranan minat dalam proses belajar mengajar adalah untuk pemusatan pemikiran dan juga untuk menimbulkan kegembiraan dalam usaha belajar seperti adanya kegairahan hati dapat memperbesar daya kemampuan belajar dan juga membantunya tidak melupakan apa yang dipelajarinya, jadi belajar dengan penuh dengan gairah, minat, dapat membuat rasa kepuasan dan kesenangan tersendiri.

Ada beberapa peranan minat dalam belajar antara lain :

a. Menciptakan, menimbulkan kosentrasi atau perhatian dalam belajar

b. Menimbulkan kegembiraan atau perasaan senang dalam belajar

c. Memperkuat ingat siswa tentang pelajaran yang telah diberikan guru

d. Melahirkan sikap belajar yang positif dan kontruktif

e. Memperkecil kebosanan siswa terhadap studi / pelajaran

4. Faktor-Faktor Mempengaruhi Minat Belajar

Berhasil atau tidak seseorang dalam belajar disebabkan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Faktor-faktor yang mempengaruhi banyak jenisnya, tetapi digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor intern, dan faktor ekstern, faktor intern adalah faktor yang ada dalam individu seperti faktor, kesehatan, bakat perhatian, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar individu (dirinya) seperti Keluarga, sekolah, masyarakat.

Dibawah ini akan dikemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar tersebut.

a. Faktor-faktor Intern :

1) Faktor Biologis

a) Faktor Kesehatan

Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar, bila seseorang kesehatannya terganggu misalkan sakit pilek, demam, pusing, batuk dan sebagainya, dapat mengakibatkan cepat lelah, tidak bergairah, dan tidak bersemangat untuk belajar.

Demikian halnya jika kesehatan rohani (Jiwa) seseorang kuarang baik, misalnya mengalami perasaan kecewa karena putus cinta atau sebab lainnya, ini bisa mengganggu atau mengurangi semangat belajar. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan sangat penting bagi setiap orang, baik fisik maupun mental, agar badan tetap kuat, pikiran selalu segar dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar.

b) Cacat Tubuh

Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh. Cacat tubuh seperti buta, tuli, patah kaki, lumpuh dan sebagainya bias mempengaruhi belajar, siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Sebenarnya jika hal ini terjadi hendaknya anak atau siswa tersebut dilembagakan pendidikan khusus supaya dapat menghindari atau mengurangi kecacatannya itu.

c) Faktor Psikologis

Ada banyak faktor psikologis, tapi disini penulis mengambil beberapa saja yang ada relevansinya dengan pembahasan skripsi ini, faktor-faktor tersebut adalah :

(1) Perhatian

Untuk mencapai hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan atau materi pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka minat belajarpun rendah, jika begitu akan timbul kebosanan, siswa tidak bergairah belajar, dan bias jadi siswa tidak lagi suka belajar.

Agar siswa berminat dalam belajar, usahakanlah bahan atau materi pelajaran selalu menarik perhatian, salah satunya usaha tersebut adalah dengan menggunakan variasi gaya mengajar yang sesuai dan tepat dengan materi pelajaran.

(2) Kesiapan

Kesiapan menurut James Drever adalah, Prepanednesto Respond or Reach. Kesiapan adalah kesediaan untuk memberikan response atau bereaksi kesediaan itu timbul dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan, karena kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar mengajar, seperti halnya jika kita mengajar ilmu filsafat kepada anak-anak yang baru duduk dibangku sekolah menengah, anak tersebut tidak akan mampu memahami atau menerimanya. Ini disebabkan pertumbuhan mentalnya belum matang untuk menerima pelajaran tersebut.

Jadi menganjurkan sesuatu itu berhasil jika tarif pertumbuhan pribadi telah memungkinkannya, potensi-potensi jasmani atai rohaninya telah matang untuk menerima karena jika siswa atau anak yang belajar itu sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya itupun akan lebih baik dari pada anak yang belum ada kesiapan.

(3) Bakat atau Intelegensi

Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar, misalkan orang berbakat menyanyi, suara, nada lagunya terdengar lebih merdu disbanding dengan orang yang tidak berbakat menyanyi.

Bakat bias mempengaruhi belajar, jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakat, maka siswa akan berminat terhadap pelajaran tersebut, begitu juga intelegensi, orang yang memiliki intelegensi (IQ) tinggi, umumnya mudah belajar dan hasilnyapun cenderung baik, sebaliknya jika seseorang yang “IQ” nya rendah akan mengalami kesukaran dalam belajar.

Jadi kedua aspek kejiwaan ini besar sekali pengaruhnya terhadap minat belajar dan keberhasilan belajar. Bila seseorang memiliki intelegensi tinggi dan bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari, maka proses belajarnya akan lancar dan sukses disbanding dengan orang yang memiliki “IQ” rendah dan berbakat, kedua aspek tersebut hendaknya seimbang, agar tercapai tujuan yang hendak dicapai.

b. Faktor-faktor eksternal :

Faktor eksternal yang mempengaruhi minat belajar siswa adalah faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Uraian berikut akan membahas ketiga faktor tersebut.

1) Faktor Keluarga

Minat belajar siswa bias dipengaruhi oleh keluarga seperti cara orang tua mendidik, suasana rumah dan keadaan ekonomi keluarga. Akan diuraikan sebagai berikut :

(a) Cara orang tua mendidik

Cara orang tua mendidik anaknya sangat besar pengaruhnya terhadap belajar anak. Hal ini dipertegas oleh Sutjipto Wirowidjojo yang menyatakan bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Jika orang tua tidak memperhatikan pendidikan anaknya (acuh tak acuh terhadap belajar anaknya) seperti tidak mengatur waktu belajar, tidak melengkapi alat belajarnya dan tidak memperhatikan apakah anaknya belajar atau tidak, semua ini berpengaruh pada semangat belajar anaknya, bias jadi anaknya tersebut malas dan tidak bersemangat belajar. Hasil yang didapatkannya pun tidak memuaskan bahkan mungkin gagal dalam studinya.

Mendidik anak tidak baik jika terlalu dimanjakan dan juga tidak baik jika mendidik terlalu keras. Untuk itu, perlu adanya bimbingan dan penyuluhan yang tentunya melibatkan orang tua, yang sangat berperan penting akan keberhasilan bimbingan tersebut.

(b) Suasana rumah

Suasana rumah dimaksudkan adalah situasi atau kejadian-kejadian yang sering terjadi didalam keluarga, dimana anak berada dan belajar. Suasana rumah yang gaduh, ramai dan semrawut tidak memberi ketenangan kepada anaknya yang belajar. Biasanya ini terjadi pada keluarga yang besar dan terlalu banyak penghuninya, suasana rumah yang tegang, ribut, sering cekcok, bias menyebabkan anak bosan di rumah, dan sulit berkonsentrasi dalam belajarnya. Dan akibatnya anak tidak semangat dan bosan belajar, karena terganggu oleh hal-hal tersebut.

Untuk memberikan motivasi yang mendalam pada anak-anak perlu diciptakan suasana rumah yang tenang, tentram dan penuh kasih saying supaya anak tersebut betah dirumah dan bias berkonsentrasi dalam belajarnya.

(c) Keadaan Ekonomi Keluarga

Dalam kegiatan belajar, seorang anak akadang-kadang memerlukan sarana prasarana atau fasilitas-fasilitas belajar seperti buku, alat-alat tulis dan sebagainya. Fasilitas ini hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang, jika fasilitas tersebut tidak dapat dijangkau oleh keluarga. Ini bias menjadi faktor penghambat dalam belajar tapi sianak hendaknya diberi pengertian tentang hal itu. Agar anak bias mengerti dan tidak sampai mengganggu belajarnya. Tapi jika memungkinkan untuk mencukupi fasilitas tersebut, maka penuhilah fasilitas tersebut, agar anak bersemangat senang belajar.

2) Faktor sekolah

Faktor sekolah yang mempengaruhi minat belajar siswa mencakup metode mengajar, kurikulum, pekerjaan rumah.

(a) Metode mengajar

Metode mengajar adalah suatu cara yang harus dilalui dalam mengajar, metode mengajar ini mempengaruhi minat belajar siswa. Jika metode mengajar guru kurang baik dalam artian guru kurang menguasai materi-materi kurang persiapan, guru tidak menggunakan variasi dalam menyampaikan pelajaran alias monoton, semua ini bias berpengaruh tidak baik bagi semangat belajar siswa. Siswa bisa malas belajar, bosan, mengantuk dan akibatnya siswa tidak berhasil dalam menguasai materi pelajaran.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan minat belajar siswa guru hendaknya menggunakan metode mengajar yang tepat, efesien dan efektif yakni dengan dilakukannya keterampilan variasi dalam menyampaikan materi.

(b) Kurikulum

Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran. Bahan pelajaran yang seharusnya disajikan itu sesuai dengan kebutuhan bakat dan cita-cita siswa juga masyarakat setempat. Jadi kurikulum bisa dianggap tidak baik jika kurikulum tersebut terlalu padat, di atas kemampuan siswa, tidak sesuai dengan bakat, minat dan perhatian siswa.

Perlu diingat bahwa system intruksional sekarang menghendaki proses belajar mengajar yang mementingkan kebutuhan siswa. Guru perlu memahami siswa dengan baik, agar dapat melayani siswa dan memberi semangat belajar siswa, agar dapat melayani siswa dan memberi semangat belajar siswa. Adanya kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan-kebutuhan siswa, akan meningkatkan semangat, dan minat belajar siswa, sehingga siswa mendapatkan hasil belajar yang memuaskan.

(c) Pekerjaan rumah

Pekerjaan rumah yang terlalu banyak dibebankan oleh guru kepada murid untuk dikerjakan di rumah. Merupakan momok penghambat dalam kegiatan belajar, karena membuat siswa cepat bosan adalah belajar siswa tidak memiliki kesempatan untuk mengerjakan kegiatan yang lain. Untuk menghindari kebosanan tersebut guru janganlah terlalu banyak memberi tugas rumah (PR), berilah kesempatan siswa unuk melakukan kegiatan yang lain, agar siswa tidak merasa bosan dan lelah dengan belajar.

c. Faktor masyarakat

Masyarakat juga berpengaruh terhadap minat belajar siswa, berikut ini penulis membahas beberapa faktor masyarakat yang bisa mempengaruhi minat belajar siswa, yakni :

1) Kegiatan dalam masyarakat

Disamping belajar, anak juga mempunyai kegiatan-kegiatan lain diluar sekolah, misalnya karang taruna, menari, olah raga dan lain sebagainya. Bila kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan dengan berlebih-lebihan, bisa menurunkan semangat belajar siswa, karena anak sudah terlanjur senang dalam organisasi atau kegiatan dimasyarakat, dan perlu diingatkan tidak semua kegiatan dimasyarakat berdampak baik bagi anak.

Maka dari itu, orang tua perlu memperhatikan kegiatan anak-anaknya, supaya jangan atau tidak hanyut dalam kegiatan-kegiatan yang tidak menunjang belajar anak. Jadi orang tua hendaknya membatasi kegiatan siswa dalam masyarakat agar tidak mengganggu belajarnya, dan orang tua juga mengikut sertakan siswa pada kegiatan yang mendukung semangat belajarnya seperti kursus bahasa Inggris, dan komputer.

2) Teman bergaul

Pengaruh-pengaruh dari teman bergaul siswa lebih cepat masuk dalam jiwa anak jika teman bergaulnya baik akan berpengaruh baik terhadap diri siswa, begitu juga sebaliknya. Jika teman bergaulnya jelek pasti mempengaruhi sifat yang jelek pada diri siswa. Seyogyanya orang tua memperhatikan pergaulan anak-anaknya, jangan sampai anaknya berteman dengan anak yang memiliki tingkah laku yang tidak diharapkan, usahakan agar siswa memiliki teman bergaul yang baik yang bisa memberikan semangat belajar yang baik. Tugas orang tua hanya mengontrol dari belakang jangan terlalu dan jangan terlalu dibebaskan yang bijaksana saja, agar siswa tidak terganggu dan terhambat belajarnya.

Masih banyak pengaruh-pengaruh eksternal minat belajar siswa lingkungan sekitar juga bisa mempengaruhi, untuk itu usahakan lingkungan disekitar kita itu baik, agar dapat memberi pengaruh yang positif terhadap siswa/anak, sehingga anak terdorong atau bersemangat belajar.

5. Aspe-Aspek Yang Meningkatkan Dan Menumbuhkan Minat Belajar

Mengembangkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya, memuaskan dan melayani kebutuhan-kebutuhannya, begitu juga dengan siswa, jika siswa sudah sadar bahwa belajar merupakan alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggap penting, maka belajarnya akan membawa kemajuan pada dirinya dan otomotis dia bersemangat dalam mempelajari hal tersebut.

Pada kenyataannya tidak semua siswa sadar akan hal itu, dan tidak semua siswa memiliki minat intrinsic yang sama, dengan ketidaksamaan minat tersebut guru hendaknya mengetahui seberapa besar minat siswa tersebut terhadap pelajaran. Jika siswa kurang berminat dan menumbuhkan minat belajar siswa, dan tidak menutup kemungkinan faktor-faktor lain yang mendukung minat belajar siswa.

Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada, misalkan siswa menaruh minat terhadap lingkungan (pencemaran) disini pengajar dapat menarik perhatian (minat) siswa dengan bercerita tentang lingkungan sekitar atau bencana alam yang melanda negeri kita, dan bisa juga memperlihatkan tayangan televisi yang berhubungan dengan lingkungan (pencemaran).

Tanner an tanner (1975) juga menyarankan agar para pengajar berusaha membentuk minat-minat baru pada siswa. Hal ini bisa dicapai melalui jalan memberi informasi pada siswa bahan pelajaran yang akan disampaikan dengan dihubungkan bahan pelajaran yang lalu, kemudian diuraikan kegunaannya dimasa yang akan dating. Roijakters (1980) berpendapat bahwa hal ini bisa dicapai dengan cara menghubungkan bahan pelajaran dengan berita-berita yang sensional, yang sudah diketahui siswa.

Bila usaha-usaha di atas tidak berhasil, bisa menggunakan cara insentif, yaitu alat yang dipakai untuk membujuk seseorang agar mau melakukan sesuatu yang awalnya tidak mau ia lakukan seperti memberi hadiah pada siswa yang belajar dengan baik, memberi hukuman pada siswa yang malas belajar, sehingga hasilnya (prestasinya) buruk, dalam memberikan hukuman jangan terlalu berlebihan (berat), karena bisa menghambat belajar mereka, berilah hukuman yang sewajarnya dan bisa memberi motivasi si anak untuk giat belajar, siswa adalah :

a. Membangkitkan minat-minat siswa yang telah ada

b. Menghubungkan dengan pengalaman (pelajaran) yang lalu

c. Memberikan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik atau lebih baik dari yang kemarin

d. Menggunakan berbagai macam variasi gaya mengajar

e. Menggunakan berbagai bentuk mengajar baik itu metode penyampaian materi maupun keterampilan-keterampilan yang lain sehingga siswa bersemangat dan berminat untuk mempelajarinya.

Menurut Mahfudz Shalahuddin dalam bukunya pengantar psikologi pendidikan, ada empat aspek yang bisa menumbuhkan minat yaitu :

a. Fungsi/Adanya kebutuhan-kebutuhan

Minat dapat muncul atau digerakkan, jika ada kebutuhan seperti minat terhadap ekonomi, minat ini dapat muncul karena ada kebutuhan sandang, pangan dan papan. Kebutuhan bisa dikelompokkan menjadi empat, ini menurut Sardiman AM, kebutuhan tersebut adalah :

1) Kebutuhan psikologis, seperti lapar, haus

2) Kebutuhan cinta dan kasih dalam suatu golongan, seperti disekolah, di rumah

3) Kebutuhan keamanan, seperti rasa aman

4) Kebutuhan untuk mewujudkan cita-cita atau pengembangan bakat

b. Keinginan dan cita-cita

Keinginan dan cita-cita dapat mendorong munculnya minat terhadap sesuatu, seperti keinginan atau cita-cita menjadi dokter. Secara otomatis orang tersebut terdorong dan berminat untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan ilmu kedokteran (kesehatan, penyakit-penyakit).

Semakin besar cita-cita atau keinginan, maka semakin besar/tinggi minat yang muncul dalam diri seseorang.

c. Pengaruh kebudayaan

Kebudayaan terdiri dari dua lingkup, yakni lingkup mikro (individual) dan lingkup makro (sosial,adat istiadat) kebudayaan dapat memunculkan minat-minat tertentu seperti tari-tarian, tari remo dari jawa timur, jaipong dari jawa barat, semua itu akan menarik orang untuk memperhatikan dan mempelajari kebudayaan jawa barat dan jawa timur.

Begitu juga belajar, minat belajar siswa dapat timbul karena adanya kebiasaan belajar.

d. Pengalaman

Pengalaman merupakan permulaan dari kebudayaan seperti pengalaman seorang guru dapat menimbulkan/menumbuhkan minat guru untuk menekuni bidang-bidang keguruan, dengan adanya pengalaman tersebut minat seseorang bisa tergerak (bertambah), missal ada seseorang siswa, tahun lalu menduduki prestasi rendah, maka siswa tersebut berpikiran jangan sampai itu terulang kembali, sehingga ia lebih meningkatkan belajarnya dari tercapainya prestasi yang lebih baik dari yang kemarin (tahun lalu).

aliran ahmadiyah

POKOK-POKOK AJARAN AHMADIYAH

Di antara pokok-pokok ajaran Ahmadiyah al-Qadiyan adalah sebagai berikut.
1. Mengimani dan meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad, laki-laki kelahiran
India yang mengaku menjadi nabi, adalah nabinya.
2. Mengimani dan meyakini bahwa "Tadzkirah" yang merupakan kumpulan sajak
buatan Mirza Ghulam Ahmad itu adalah kitab sucinya. Mereka menganggap bahwa
wahyu adalah yang diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad.
3. Mengimani dan meyakini bahwa kitab "Tadzkirah" derajatnya sama dengan
Alquran.
4. Mengimani dan meyakini bahwa wahyu dan kenabian tidak terputus dengan
diutusnya Nabi Muhammad saw. Mereka beranggapan bw risalah kenabian terus
belanjut sampai hari kiamat.
5. Mengimani dan meyakini bahwa Rabwah dan Qadian di India adalah tempat
suci sebagaimana Mekah dan Madinah.
6. Mengimani dan meyakini bahwa surga itu berada di Qadian dan Rabwah.
Mereka menganggap bahwa keduanya sebagai tempat turunnya wahyu.
7. Wanita Ahmadiyah haram menikah dengan laki-laki di luar Ahmadiyah,
namun laki-laki Ahmadiyah boleh menikah dengan wanita di luar Ahmadiyah.
8. Haram hukumnya salat bermakmum dengan orang di luar Ahmadiyah.

Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya,
Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc

Ahmadiyah al-Qadiyan
Ahmadiyah al-Qadiyan adalah suatu aliran yang bertendensi Islam yang bernaung
di bawah seorang pemimpin yang mengaku menjadi nabi, yang tercetus pertama kali
dari negeri India.
Dr. Muhammad Iqbal, penyair terkenal dan sedaerah dengan pendiri aliran
Ahmadiyah al-Qadiyan, mengatakan, "Qadianisme suatu organisasi yang berusaha
untuk menciptakan golongan baru berdasarkan kenabian untuk menyaingi kenabian
Muhammad saw."

Aliran Ahmadiyah al-Qadiyan didirikan oleh Mirza Ghulam pada tanggal 23 Maret
1889 M di sebuah kota yang bernama Ludhiana di Punjab, India.

Pendiri Jemaat Ahmadiyah adalah salah seorang penulis buku yang produktif, yang
dilahirkan pada tanggal 15 Februari 1935 M di Qadian, Nejed, India pada akhir
kekuasaan pemerintahan Sikh.

Pengikut Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan menyejajarkan imamnya yang mengaku sebagai
nabi dengan derajat Nabi isa a.s., musa a.s., dan Nabi dawud a.s.

Mirza Ghulam Ahmad meninggal pada jam 10.30 tanggal 26 Mei 1908 M akibat
teserang penyakit kolera. (Mirza Basyaruddin, Tuhfad Shad Zada, hlm. 34).

Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan masuk ke Indonesia pada tahun 1935 M, dan saat ini
telah tersebar ke berbagai daerah di wilayah Republik Indonesia, bahkan telah
mempunyai sekitar 300 cabang, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah,
Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB, dll.

Saat ini Jamaah Ahmadiyah al-Qadiyan berpusat di Parung, Bogor, Jawa Barat,
dengan gedung yang megah dan dilengkapi dengan peralatan yang canggih, serta
perumahan seluas sekitar 15 hektar yang terletak di pinggir jalan raya Jakarta
Bogor lewat Parung.
Sumber Hukum Aliran Ahmadiyah al-Qadiyan

Aliran ini mengakui dirinya bersumber dari:
1. Alquranul Karim.
2. At-Tazkhirah, yaitu sebuah buku yang memuat sajak-sajak buatan Mirza Ghulam
Ahmad yang diyakini oleh para pengikutnya sebagai Alquran atau kitab suci yang
diterima Mirza Ghulam Ahmad dari Allah SWT. Karena, Mirza ghulam Ahmad mengaku
menerima wahyu dari Allah SWT.
3. Hadis Nabi saw.
4. Hadis buatan Mirza Ghulam Ahmad. Kitab hadis ini berisi petunjuk-petunjuk,
hokum-hukum, perintah-perintah, dan larangan-larangan, halal, haram, dll. yang
semuanya adalah perkatan Mirza Ghulam Ahmad, namun mereka meyakininya sebagai
hadis.
5. Petunjuk Huzur, yaitu petunjuk Khalifah Ahmadiyah al-Qadiyan.

Jumlah Kibat Suci menurut Ahmadiyah al-Qadiyan

Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan meyakini bahwa kitab suci yang Allah turunkan ke
dunia kepada para nabi dan rasul-Nya ada lima.
1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa.
2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Dawud.
3. Kitab Injil, diturunkan kepada nabi Isa.
4. Kitab Alquran, diturunkan kepada nabi Muhammad saw.
5. Kitab At-Tazkirah, diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad.

Anggapan Ahmadiyah al-Qadiyan ini tentunya menyalahi akidah Islam, yang Allah
hanya menurunkan empat buah kitab suci selain suhuf kepada para nabi dan
rasul-Nya, yaitu sebagai berikut.
1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa a.s.
2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Dawud a.s.
3. Kitab Injil, diturunkan kepada nabi Isa a.s.
4. Kitab Alquran, diturunkan kepada nabi Muhammad saw.

Dan, perlu diketahui bahwa kitab At-Tadzkirah yang diyakini oleh Jemaat
Ahmadiyah al-Qadiyan sebagai kitab suci itu hanyalah kumpulan sajak-sajak
buatan Mirza Ghulam Ahmad yang mencampuradukan dengan ayat-ayat suci Alquran.
Mirza Ghulam Ahmad telah membajak sejumlah ayat-ayat Alquran yang kemudian
disesuaikan dengan alirannya dan dimasukkan dalam sajak-sajaknya, namun lucunya
kumpulan sajak itu dikatakan kitab suci.

Jumlah Nabi dan Rasul menurut Ahmadiyah al-Qadiyan

Jumlah nabi dan rasul yang wajib diimani dan diyakini oleh aliran ini adalah 26
nabi. Adapun menurut ajaran Islam yang benar, jumlah nabi dan rasul yang wajib
diimani adalah sebanyak 25, sebab setelah Nabi Muhammad saw. sudah tidak ada
lagi nabi sesudahnya. Beliau adalah penutup para nabi dan rasul. Akan tetapi,
aliran Ahmadiyah al-Qadiyan ini meyakini ada satu lagi rasul yang wajib
diimani, yaitu Mirza Ghulam Ahmad.


Nama-Nama Bulan menurut Ahmadiyah al-Qadiyan

Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan membuat nama-nama bulan sendiri yang berbeda dengan
nama-nama bulan yang telah ditetapkan oleh Islam. Nama-nama bulan versi
Ahmadiyah al-Qadiyan adalah sebagai berikut.
1. Suluh
2. Tabligh
3. Aman
4. Shahadah
5. Hijrah
6. Ihsan
7. Wafa'
8. Dhuhur
9. Tabuk
10. Ikha'
11. Nubuwwah
12. Fattah

Adapun nama-nama bulan yang ditetapkan oleh Islam adalah sebagai berikut.
1. Muharram (Muharam)
2. Shafar (Sapar)
3. Rabi'ul Awwal (Rabiulawal)
4. Rabi'ul Akhir (Rabiulakhir)
5. Jumadil Awwal (Jumadilawal)
6. Jumadil Akhir (Jumadilakhir)
7. Rajab (Rajab)
8. Sya'ban (Syaban)
9. Ramadhan (Ramadan)
10. Syawwal (Syawal)
11. Dzulqaidah (Zulkaidah)
12. Dzulhijjah (Zulhijah)

Tanah Suci menurut Ahmadiyah al-Qadiyan

Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan berkeyakinan bahwa tanah suci dan tempat menunaikan
ibadah haji, selain di Mekah (Kakbah), juga di Rabwah dan Qadian India. Mereka
meyakini bahwa Qadian di India adalah tempat suci selain Makkah al-mukarramah
dan Madinah al-munawarrah, karena menurutnya Allah SWT telah memilih tempat
tersebut untuk menurunkan wahyu-wahyu-nya yang diturunkan kepada Mirza Ghulam
Ahmad, sebagaimana disebutkan dalam wahyu versi Mirza Ghulam Ahmad,
"Sesungguhnya telah kami turunkan kitab suci (Tadzkirah) di Qadian dan dengan
kebenaran kami telah menurunkannya dan dengan kebenaran kami telah turunkan."
(Haqiqatu al-Wahyu, hlm. 8).

Mirza Ghulam Ahmad mengatakan, "Ibadah haji ke Mekah tanpa haji ke Qadian
adalah haji yang kering lagi hampa, karena haji ke Mekah sekarang tidak
menjalankan misinya dan tidak menjalankan kewajibannya." (Badan Penelitian dan
Pengembangan Agama Depag RI, 1985, hlm. 19--20).

Kenabian menurut Ahmadiyah al-Qadiyan

Ahmadiyah al-Qadiyan meyakini bahwa kebaniab masih terus berlanjut tanpa akhir
dan terputus hingga hari kiamat. Ahmadiyah sangat tidak setuju dengan firman
Allah SWT yang tercantum di dalam Alquran yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad
saw. adalah penutup para nabi dan rasul.

Ahmadiyah al-Qadiyan mengartikan lafaz khatam pada surah Al-Ahzab ayat 40
sebagai "cincin", dan bukan "penutup. Maka, arti ayat tersebut menjadi "Namun
Muhammad adalh cincin para nabi." Ini adalah arti yang menyimpang dari
pemahaman yang benar, ditinjau dari segi apa pun.

Ahmadiyah al-Qadiyan Membajak Alquran

Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai nabi yang ke-26 dan mengaku menerima
wahyu dari Allah SWT telah memalsukan sejumlah ayat Alquran. Sedikitnya
terdapat 339 ayat Alquran yang dipalsukan olehnya. Mirza Ghulam Ahmad
memalsukan ayat-ayat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sajak-sajak
buatannya, yang dikatakannya sebagai wahyu yang diturunkan dari Allah
kepadanya, para pengikutnya juga tertipu dan meyakininya tanpa mengecek
kebenarannya. Pemalsuan yang dilakukannya terhadap beberapa ayat Alquran tidak
lain agar orang-orang mempercayainya. Dengan susunan yang sama seperti
ayat-ayat Alquran (padahal isinya telah dibelokkan), orang yang masih bodoh
dalam agama pasti mempercayainya. Ini adalah taktik pengelabuhan.

Di antara ayat-ayat Alquran yang dipalsukan oleh Mirza Ghulam Ahmad adalah
sebagai berikut.
1. Surah Al-Baqarah: 11, 13, 20, 30, 35, 61, 106, 114, 120, 125, 214.
2. Surah Ali Imran: 3, 31, 37, 55, 123, 139, 140, 179.
3. Surah An-Nisa': 79, 82.
4. Surah Al-Maidah: 20, 56, 83.
5. Surah Al-An'am: 9, 14, 30, 34, 45, 55, 57, 91, 115, 135.
6. Surah Al-a'raf: 37, 113, 177, 178.
7. Surah Al-Anfal: 17, 30, 33, 36.
8. Surah At-Taubah: 32 dan 36.
9. Surah Yunus: 2 dan 16.
10. Surah Hud: 35.
11. Surah Yusuf: 39, 87, 91, 94, 97, 101.
12. Surah Ar-Ra'd: 11 dan 114.
13. Surah Al-Hijr: 95.
14. Surah An-Nahl: 128.
15. Surah Al-Isra': 1, 8, 36, 81, 96, 105, 110.
16. Surah Al-Kahfi: 110.
17. Surah Maryam: 34 dan 52.
18. Surah Thaha: 1 dan 131.
19. Surah Al-Ambiya': 3, 30, 36, 107.
20. Surah Al-Haj: 27.
21. Surah Al-Mu'minun: 27 dan 36.
22. Surah An-Nuur: 20.
23. Surah Asy-Syu'ara: 3, 222.
24. Surah An-Naml: 10.
25. Surah Al-Qashash: 6, 38.
26. Surah Al-Ankabut: 1.
27. Surah Al-Ahzab: 46.
28. Surah saba': 10.
29. Surah Yasin: 1, 3, 4, 6, 36, 58, 59, 83.
30. Surah Az-Zumar: 36, 37.
31. Surah Fush-Shilat: 31, 53.
32. Surah Fath: 1, 2, 3, 10.
33. Surah Adz-Dzariyat: 14.
34. Surah At-Thuur: 48.
35. Surah Al-Qamar: 44.
36. Surah Ar-Rahman: 2, 26.
37. Surah Al-Waqi'ah: 13, 79.
38. Surah Shaf: 8.
39. Surah Al-Qalam: 2.
40. Surah Al-Muzammil: 15.
41. Surah Al-Muddatsir: 25.
42. Surah Al-Bayyinah: 1.
43. Surah Az-Zilzalah: 1--3.
44. Surah An-Nashr dan Al-Lahab: 1. (Haqiqatu al-Wahyu, hlm. 70--108).

Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya,
Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc.
_______________________________________________
is-lam mailing list
is-lam@milis.isnet.org
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

02 Maret 2009

variasi gaya mengajar

Pengertian Variasi Gaya Mengajar
a. Menurut Uzer Usman variasi adalah suatu kegiatan guru dalam kontek proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosananmurid, sehingga dalam situasi belajar mengajar. Murid senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme serta penuh partisipasi.
b. Menurut Abu Ahmadi gaya mengajar adalah tingkah laku, sikap dan perbuatan guru dalam melaksanakan proses pengajaran.
c. Menurut Abdul Qadir Munsyi, gaya mengajar adalah gaya yang dilakukan guru pada saat mengajar di muka kelas.
d. Menurut Syahminan Zaini, gaya mengajar adalah gaya atau tindak-tanduk guru sebagai pernyataan kepribadiannya dalam menyampaikan bahan pelajarannya kepada siswa.
Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Variasi di dalam kegiatan pembelajaran dapat menghilangkan kebosanan, meningkatkan minat dan keingintahuan siswa, melayani gaya belajar siswa yang beragam, serta meningkatkan kadar keaktifan siswa.
Dari definisi di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa variasi gaya mengajar adalah pengubahan tingkah laku, sikap dan perbuatan guru dalam kontek belajar mengajar yang bertujuan untuk mengatasi kebosanan siswa, sehingga siswa memiliki minat belajar yang tinggi terhadap pelajarannya. Dan ini bisa dibuktikan melalui ketekunan, antusiasme, keaktifan mereka dalam belajar dan mengikuti pelajarannya di kelas. Anak tidak bisa dipaksakan untuk terus menerus memusatkan perhatiannya dalam mengikuti pelajarannya, apalagi jika guru saat mengajar tanpa menggunakan variasi alias monoton yang membuat siswa kurang perhatian, mengantuk, dan bosan. Untuk mengatasi kebosanan siswa tersebut perlu adanya variasi, dalam keterampilan mengadakan variasi dalam proses belajar mengajar ada tiga aspek, yaitu :
1) Variasi gaya mengajar
2) Variasi dalam menggunakan media
3) Variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa.
Dari ketiga aspek ini, penulis hanya membahas atau menguraikan tentang variasi gaya mengajar. Variasi ini meliputi : variasi suara, variasi gerak badan atau mimik, kontak pandang, ekspresi wajah, penekanan atau kesenyapan, pergantian atau posisi guru. Dengan adanya penggunaan variasi gaya mengajar ini diharapkan dalam proses belajar mengajar akan menjadi dinamis dan meningkatkan perhatian siswa, membangkitkan keinginan (minat) belajar siswa.
Tujuan dan Manfaat Variasi Gaya Mengajar
a. Tujuan Variasi Gaya Mengajar :
1) Me ningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevensi terhadap proses belajar mengajar
Dalam proses belajar mengajar, perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan guru merupakan masalah yang sangat penting, karena dengan perhatian tersebut akan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Tujuan tersebut akan tercapai bila setiap siswa mencapai penguasaan terhadap materi yang diberikan dalam suatu pertemuan di kelas.
Dalam jumlah siswa yang banyak, biasanya sulit atau sukar untuk mempertahankan agar perhatian siswa tetap pada materi yang diberikan. Memang ada banyak faktor yang mempengaruhinya, misalnya ; faktor penjelasan guru yang kurang mengenai sasaran, faktor gaya guru dalam mengajar yang tanpa ada variasinya, dan lain sebagainya. Jadi, masalah perhatian siswa terhadap pelajaran tidak bisa dikesampingkan dalam konteks pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru hendaknya memperhatikan variasi gaya mengajarnya, apakah sudah dapat meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap materi yang dijelaskan atau belum.
2) Memberi kesempatan
Memberi kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi dalam belajar, motivasi memegang peranan yang sangat penting, karena tanpa motivasi seorang siswa tidak akan melakukan kegiatan belajar. Motivasi ada 2, yaitu : motivasi intrinsik (dari dirinya sendiri) dan motivasi ekstrinsik (dari luar dirinya sendiri).
Dalam proses belajar mengajar di kelas, tidak setiap siswa didalam dirinya ad motivasi intrinsik yakni kesadarannya sendiri untuk memperhatikan penjelasan guru, rasa ingin tahu lebih banyak terhadap materi yang diberikan guru. Dalam pertemuan dikelas ada juga siswa yang tidak ada motivasi dalam dirinya (Intrinsik), masalah inilah yang sering dihadapi guru. Guru selalu dihadapkan masalah motivasi yakni motivasi ekstrinsik, yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Jadi siswa yang tidak ada motivasi didalam dirinya (intrinsik) memerlukan motivasi ekstrinsik untuk me;lakukan kegiatan belajar. Disinilah peranan guru lebih dituntut untuk memerankan motivasi, yaitu motivasi sebagai alat mendorong siswa untuk berbuat, sebagai alat untuk menentukan arah dan sebagai alat untuk menyeleksi kegiatan.
3) Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah
Tidak bisa dipungkiri bahwa kenyataan yang ada di kelas yakni adanya siswa atau siswi yang kurang senang terhadap dirinya. Sikap negatif ini bisa jadi disebabkan gaya guru mengajar yang kurang bervariasi, gaya mengajar guru tidak sejalan dengan gaya belajar siswa. Konsekwensinya bidang studi yang dipegang guru tersebut menjadi tidak disenangi. Mungkin bisa ditunjukkan dari sikap acuh tak acuh siswa ketika guru tersebut sedang menjelaskan materi pelajaran di kelas.
Ketika mengajar, guru selalu duduk dengan santai dikelas tanpa memperdulikan tingkah laku siswa atau ank didiknya. Ini adalah jalan pengajaran yang sangat membosankan. Dalam hal ini guru gagal menciptakan suasana belajar yang membangkitkan kreatifitas dan kegairahan belajar siswa. Guru yang bijaksana adalah guru yang pandai menempatkan diri dan mengambil hati siswanya. Dengan sikap ini siswa merasa diperhatikan oleh guru. Siswa juga ingin selalu dekat dengan dengan guru. Guru yang dirindukan siswa biasanya dikarenakan gaya mengajarnya dan pendekatannya sesuai dengan psikologis siswa. Variasi gaya mengajarnya mempunyai relevansi dengan gaya belajar siswa.
4. Memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individua
Sebagai seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai keterampilan yang mendukung tugasnya dalam mengajar. Terutama keterampilan bervariasi, untuk mengembangkan keterampilan variasi mengajar ini, guru hendaklah menguasai penggunaan media, berbagai pendekatan dalam mengajar, berbagai metode mengajar. Dengan penguasaan tersebut, akan memudahkan guru melakukan pengembangan variasi mengajar dan memberi kemungkinan guru untuk memilih mana yang kebih tepat yang dapat menunjang tugasnya mengajar dikelas.
Fasilitas merupakan kelengkapan belajar yang harus ada di sekolah, fungsinya sebagai alat bantu pengajaran. Lengkap tidaknya fasilitas belajar mempengaruhi pemilihan yang harus dilakukan. Misalnya ; kurangnya fasilitas dalam bidang studi IPA (Fisika, Biologi). Mungkin tidak adanya laboratorium Fisika ini menyebabkan kurangnya kemampuan metode eksperimen. Maka, alternatif yang sangat terpaksa guru lakukan adalah memilih metode ceramah atau tanya jawab yang sebenarnya kurang sesuai dengan mata pelajarannya.
5. Mendorong anak didik untuk belajar
Menyediakan lingkungan belajar adalah tugas guru, kewajiban menyatu dalam sebuah interaksi pengajaran yang mana memerlukan lingkungan yang kondusif yakni lingkungan yang mampu mendorong anak didik untuk selalu belajar hingga berakhirnya kegiatan belajar mengajar.
Belajar memang memerlukan motivasi sebagai pendorong anak didik. Namun sayangnya jarang ditemukan bahwa anak didik mempunyai motivasi yang sama terutama motivasi intrinsik. Dari perbedaan mitivasi inilah terlihat dari sikap dan perbuatan siswa dalam menerima pelajaran ada yang senang, ada yang kurang senang. Dengan gejala tersebut bisa menghambat proses belajar mengajar. Disinilah diperlukan peranan guru sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong anak didik untuk senang dan bergairah dalam belajar. Untuk hal ini cara yang akurat yang mesti guru lakukan adalah mengembangkan variasi mengajar, baik itu dalam belajar mengajar maupun dalam hal ini yang bersangkutan dengan pengajaran . karena dengan variasi tersebut bisa menyeret anak didik untuk meningkatkan gairah belajar mereka dan menarik pengalaman dari berbagai tingkat kognitif.
Manfaat Variasi Gaya Mengajar
Mengajar menuntut guru untuk bekerja demi keberhasilan anak didiknya, sehingga kemajuan murid menjadi titik perhatian guru. Rasulullah SAW. menerapkan pengajaran yang sangat memperhatikan perkembangan siswa (sahabat)nya, agar mereka tidak merasa jemu dalam belajar, tersirat dalam hadits :
Artinya : Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata : Nabi SAW. berselang-seling dalam memberikan pelajaran agar terhindar dari kebosanan. (H.R. Bukhari).
Jika dilihat dari hadits diatas, variasi gaya mengajar sudah ada sejak zaman Nabi SAW. sedangkan manfaat dari variasi tersebut menurut Uzer Usman adalah :
1) Untuk menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek belajar yang relevan.
2) Untuk memberikan kesempatan bagi perkembangan bakat ingin tahu dan ingin menyelidiki siswa tentang hal-hal baru.
3) Untuk memupuk dan membentuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai gaya mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang baik.
4) Guna memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenanginya.
Manfaat Variasi menurut JJ Hasibuan adalah :
1) Memelihara dan meningkatkan siswa yang berkaitan dengan aspek belajar
2) Meningkatkan kemungkinan berfungsinya motivasi ingin tahu melalui kegiatan investigasi dan eksploitasi.
3) Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah.
4) Kemungkinan dilayaninya siswa secara individual sehingga memberi keindahan belajar.
5) Mendorong aktivitas belajar dengan cara melibatkan siswa dengan berbagai kegiatan atau pengalaman belajar yang menarik dan berbagai tingkat kognitif.
Sebenarnya dari pendapat diatas, yakni mengenai manfaat variasi gaya mengajar adalah sama. Hanya saja bahasanya berbeda. Jadi, jika diambil intisarinya manfaat variasi gaya mengajar adalah :
1) Meningkatkan, menimbulkan dan memelihara perhatian siswa terhadap aspek-aspek belajar yang relevan.
2) Memberi kesempatan untuk meningkatkan dan berkembangnya bakat ingin tahu dan berfungsinya motivasi belajar.
3) Memupuk dan membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai gaya mengajar yang lebih hidup.
4) Memberi pelayanan yang baik kepada siswa secara individual dalam menerima pelajaran agar mudah dan senang belajar.
5) Mendorong aktivitas belajar dengan cara melibatkan siswa dengan berbagai kegiatan atau pengalaman belajar yang menarik diberbagai tingkat kognitif.
Prinsip Penggunaan Variasi
Dalam proses belajar mengajar, kegiatan siswa menjadi pusat perhatian guru. Untuk itu agar kegiatan pengajaran dapat merangsang siswa untuk aktif dan kreatif belajar tentu saja diperlukan lingkungan belajar yang kondusif. Salah satu upaya kearah itu adalah dengan cara memperhatikan beberapa prinsip penggunaan variasi dalam mengajar. Prinsip-prinsip tersebut adalah :
a. Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Dalam menggunakan keterampilan variasi sebaiknya semua jenis variasi digunakan. Disamping itu juga harus ada variasi penggunaan komponen untuk tiap jenis variasi, terutama penggunaan variasi gaya mengajar, dalam bervariasi harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan agar menarik siswa untuk memperhatikan atau mendengarkan penjelasan guru.
b. Variasi harus digunakan secara lancar dan berkesinambungan, sehingga tidak akan merusak perhatian siswa dan tidak menganggu proses belajar mengajar.
c. Direncanakan secara baik dan eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran. Jadi penggunaan variasi ini harus benar-benar berstruktur dan direncanakan. Karena variasi ini memerlukan keluwesan, spontan sesuai dengan umpan balik yang diterima dari siswa. Umpan balik ini ada dua yaitu :
1) Umpan balik tingkah laku yang menyangkut perhatian dan keterlibatan siswa.
2) Umpan balik informasi tentang pengetahuan dan pelajaran.
5. Komponen-Komponen Variasi Gaya Mengajar
Dalam mengajar hendaknya menggunakan berbagai macam variasi gaya. Dengan variasi gaya tersebut, akan menjadikan siswa merasa tertarik terhadap penampilan mengajar guru. Variasi gaya mengajar guru ini meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
b. Variasi suara
Variasi suara dalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dan tinggi menjadi rendah, dari cepat menjadi lambat.Suarang guru pada saat menjelaskan materi pelajaran hendaknya bervariasi, baik dalam intonasi, volume, nada dan kecepatan. Jika suara guru senantiasa keras terus atau terlalu keras, justru akan sulit diterima, karena siswa menganggap gurunya seorang yang kejam, bila sudah begitu siswa diliputi oleh rasa cemas, ketakutan selama belajar. Masalah seperti ini yang harus dihindari bahkan ditiadakan. Tapi kalau suara guru terlalu lemah (biasanya guru wanita) akan terdengar tidak jelas oleh siswa dan tidak bisa menjangkau seluruh siswa di kelas, apalagi yang duduknya dideretan belakang. Bila sudah begitu siswa akan meremehkan gurunya, perhatian siswa terhadap materi yang diberikan itupun kurang. Untuk itu guru menggunakan variasi suara yang disesuaikan ndengan situasi dan kondisi. Jadi suara guru senantiasa berganti-ganti, kadang meninggi, kadang cepat, kadang lambat, kadang rendah (pelan).
Variasi suara bisa mempengaruhi informasi yang sangat biasa sekalipun, gunakanlah bisikan atau tekanan suara untuk hal-hal penting, gunakan kalimat pendek yang cepat untuk menimbulkan semangat.
Lagu bicara atau intonasi suara mempunyai pengaruh pada daya tangkap siswa terhadap pembicaraan guru. Lagu bicara yang datar (monoton) akan membosankan siswa, sehingga siswa cepat lelah dalam mendengarkan. Demikian pula lagu bicara yang naik turun atau bersendat-sendat. Hal seperti ini sering menjadi bahan tertawaan siswa dan cenderung ditirukan dengan maksud mengejek, akibatnya konsentrasi mereka rusak. Disini juga menganjurkan adanya tekanan bicara, yang mana diberikan pada hal-hal yang penting, misalnya dalam menyebutkan definisi, istilah, nama, rumus, dan kata-kata asing dengan ucapan pelan-pelan dan jelas dengan volume suara yang cukup. Kelancaran bicara juga patut diperhatikan karena mempunyai pengaruh yang besar pada daya tangkap siswa. Jadi, seyogyanya sebelum satu kalimat dikeluarkan atau dibicarakan lebih dulu difikirkan susunan yang benar ditinjau dari segi tata bahasa. Ucapan bahasa daerah sebaiknya tidak dipergunakan.
Setelah membaca uraian diatas kita tahu betapa pentingnya suara guru untuk diperhatikan, karena merupakan alat komunikasi yang penting dalam interaksi edukatif, memang berbicara didepan kelas tidak dapat disamakan dengan orang yang berpidato didepan masa dan orang yang membaca puisi, karena guru menganggap siswa itu sebagai lawan bicara. Sehingga terlibat kontak batiniah masing-masing individu.
c. Pemusatan perhatian
Perhatian menurut Ghozali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itupun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan obyek.
Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang diajarinya, jika materi yang disampaikan oleh guru iru tidak menjadi perhatian siswa, maka bisa menimbulkan kebosanan, sehingga tidak lagi suka belajar. Untuk memfokuskan perhatian siswa pada suatu aspek yang penting atau aspek kunci, guru dapat menggunakan atau memberikan peringatan dengan bentuk kata-kata. Misalnya : “Perhatikan baik-baik”, “Jangan lupa ini dicatat dengan sungguh-sungguh” dan sebagainya.
Memang menarik perhatian siswa itu sangatlah tidak mudah apalagi dalam jumlah siswa yang banyak, agar perhatian itu tetap ada perlu adanya prinsip-prinsip yakni :
1) Perhatian seseorang tertuju atau diarahkan pada hal-hal yang baru, jenis rangsangan baru yang dapat menarik perhatian termasuk warna dan bentuk. Dalam pelajaran, seorang guru dapat menarik perhatian tentang kata-kata penting pada suatu bacaan dengan memberi warna merah atau digaris bawahi.
2) Perhatian seseorang tertuju atau terarah pada hal-hal yang dianggap rumit. Bagi guru yang harus diingat adalah suatu pelajaran tidak boleh tampak terlalu rumit dan guru tidak boleh mempersulit pelajaran yang sederhana dikarenakan semata-mata untuk menarik perhatian siswa.
3) Orang mengarahkan perhatiannya pada hal-hal yang dikehendakinya, yaitu hal-hal yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Untuk menimbulkan minat tersebut ada dua cara yakni dari diri sendiri dan dari luar dirinya. Dari luar bisa saja lingkungan, orang tua dan guru. Disini gurulah yang berhak menimbulkan atau membangkitkan minat belajar siswa baik dirumah maupun dikelas.
Dari ketiga prinsip ini guru harus mengetahui banyak tentang siswanya agar bisa mengarahkan perhatian siswa terhadap materi pelajaran, sehingga siswa memiliki minat belajar yang tinggi guru dalam memusatkan perhatian siswa bisa dengan memberikan kata-kata seperti : “coba perhatikan ini baik-baik”, karena materinya agak sulit dan sebagainya.
d. Kesenyapan atau kebisuan guru (Teaching Silence)
Kesenyapan adalah suatu keadaan diam secara tiba-tiba demi pihak guru ditengah-tengah menerangkan sesuatu.
Adanya kesenyapan tersebut merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian siswa. Dengan keadaan senyap atau diamnya guru secara tiba-tiba bisa menimbulkan perhatian siswa, sebab siswa begitu tahu apa yang terjadi dan demikian pula setelah guru memberikan pertanyaan kepada siswa alangkah bagusnya apabila diberi waktu untuk berfikir dengan memberi kesenyapan supaya siswa bisa mengingat kembali informasi-informasi yang mungkin ia hafal, sehingga bisa menjawab pertanyaan guru dengan baik dan tepat.
Pemberian waktu bagi siswa digunakan untuk mengorganisasi jawabannya agar menjadi lengkap. Tapi jika seorang guru tidak memberikan kesenyapan atau waktu kepada siswa untuk berfikir dalam menjawab pertanyaannya siswa akan menjawab dengan asal alias asal bicara, sehingga jawabannya kurang tepat dengan pertanyaan. Untuk itu seyogyanya guru memberikan kesenyapan terhadap siswa untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan yang diajukannya supaya jawabannya sempurna dan tepat.
e. Kontak pandang
Ketika proses belajar mengajar berlangsung, jangan sampai guru menunduk terus atau melihat langit-langit dan tidak berani mengadakan kontak mata dengan para siswanya dan jangan sampai pula guru hanya mengadakan kontak pandang dengan satu siswa secara terus menerus tanpa memperhatikan siswa yang lain. sebaliknya bila guru berbicara atau menerangkan hendaknya mengarahkan pandangannya keseluruh kelas atau siswa, sebab menatap atau memandang mata setiap anak disik atau siswa bisa membentuk hubungan yang positif dan menghindari hilangnya kepribadian. Bertemunya pandang diantara mereka yang berinteraksi, sesungguhnya merupakan suatu etika atau sopan santun pergaulan karena menunjukkan saling perhatian diantara mereka.
Hal-hal yang harus dihindari guru selama presentasinya didepan kelas :
1) Melihat keluar ruang
2) Melihat kearah langit-langit
3) Melihat kearah lantai
4) Melihat hanya pada siswa tertentu atas kelompok siswa saja
5) Melihat dan menghadap kepapan tulis saat menjelaskan kecuali sambil menunjukkan sesuatu.
Hal-hal diatas bertujuan supaya bisa mengendalikan situasi kelas dengan baik.
Jadi dalam kontak pandang hendaknya guru berusaha seintim mungkin agar siswa merasa diperhatikan dan dihargai, kontak mata yang sering dilakukan, akan membangun dan membina jalinan tingkat tinggi, yaitu mengetahui psikologi anak atau siswa dan mengetahui seberapa banyak pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Untuk itu, pandanglah siswa-siswa anda secara merata tapi jangan berlebihan, gunanya pandangan mata, seorang guru adalah untuk menarik perhatian dan minat belajar siswa.
f. Gerakan anggota badan atau mimic
Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, gerakan tangan dan anggota badan lainnya adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi, gunanya adalah untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dari pesan lisan yang dimaksudkan untuk memperjelas penyampaian materi.
Orang akan lebih jelas dalam memahami sesuatu menggunakan indera pendengar dan disertai indera penglihatan atau mata, semakin banyak indera yang digunakan hasilnya semakin baik.
Begitu pula siswa, jika seorang guru yang mengajarnya hanya mematung dan menggunakan mulutnya saja, tanpa menggerakkan anggota badan akan memberi kesan buruk, suasana hampa dan tidak hidup, sehingga siswa cepat bosan, sebaliknya jika gerakan-gerakan guru terlalu over acting dalam memberi pengajaran juga akan berakibat buruk, disini gerakan-gerakan guru sebagian besar menjadi pusat perhatian siswa, jika gerakannya terarah, siswa merasa senang dalam mengikuti pelajaran tersebut. Jadi gerakan yang baik adalah gerakan yang efisien dan efektif artinya gerakan yang cukup, tetapi benar-benar mendukung penjelasan atau uraian guru. Gerakan-gerakan tersebut bias dengan menganggukkan kepala untuk menunjukkan setuju, dan sebaliknya jari dan tangan berarti “tidak” dan sebagainya.
Gerakan tangan menulis dipapan tulis itu juga memerlukan latihan, walaupun kelihatan diremehkan, sekarang ini banyak guru yang tidak begitu memperhatikan tulisannya dipapan tulis, padahal tulisannya itu kurang jelas, naik turun, hal ini bias mempengaruhi kebosanan siswa.
Tidak semua gerakan anggota badan itu baik dalam arti esuai, ada gerakan yang biasa dilakukan tapi perlu dihindari, seperti menggaruk-garuk badan, memegang celana tanpa alasan yang benar, menghapus atau menggosok hidung dan lain sebagainya. Jadi, suatu gerakan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan guru pada saat menerangkan materi, harus relevan dengan materi yang disampaikan dan itu tidak boleh terlalu berlebihan. Secukupnya saja, begitu juga dengan ekspresi wajah-wajah anda adalah alat komunikasi yang kuat.
Pesan non verbal yang disampaikan melalui alis terangkat, sunggingan sebyum, dahi berkerut, cemberut itupun mempengaruhi siswa dalam belajar, jika selama proses belajar mengajar berlangsung. Seorang guru memasang wajah sedih, cemberut, siswa akan tampak ketakutan. Suasana kerasa mencekam dan tegang. Suasana seperti ini bias mematikan kreatifitas belajar siswa. Ide atau keinginan yang positif menjadi kandas ditengah jalan, untuk itu sebaliknya jika seorang guru punya masalah pribadi jangan ditampakkan didepan kelas saat mengajar. Mungkin dengan memasang wajah yang cemberut, marah, sedih ini sangat mempengaruhi suasana kelas, jadi, seorang guru harus pandai mengendalikan emosinya dan jika sudah masuk, guru seharusnya memasang wajah yang penuh semangat, ceria, dan mendukung suasana belajar yang kondusif, agar siswa tertarik dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran yang akan disampaikannya.
g. Perpindahan posisi guru
Perpindahan posisi guru dalam ruang kelas dapat membantu dalam menarik perhatian anak didik, dapat pula meningkatkan kepribadian guru dan hendaklah selalu diingat oleh guru, bahwa perpindahan posisi itu jangan dilakukan secara berlebihan. Bila dilakukan berlebihan guru akan kelihatan terburu-buru, lakukan saja secara wajar agar siswa bias memperhatikan.
Perpindahan posisi dapat dilakukan dari muka ke bagian belakang, dari sisi kiri ke sisi kanan, atau diantara anak didik dari belakang kesamping anak didik. Dapat juga dilakukan dengan posisi berdiri kemudian berubah menjadi posisi duduk dan diam di tempat lalu berjalan-jalan mengelilingi siswa dan sebagainya. Yang penting dalam perubahan posisi itu harus ada tujuannya, dan tidak sekedar mondar-mandir dan seorang guru janganlah melakukan kegiatan mengajar dengan satu posisi, misalnya saja saat menerangkan guru hanya berdiri didepan kelas saja atau duduk dikursi saja, tanpa ada pergantian atau variasi ini bisa menimbulkan kebosanan siswa.
Guru melakukan pergantian posisi, sebaiknya jangan kaku atau kikuk, lakukan saja secara bebas dan wajar bisa menarik perhatian siswa, jika guru kaku dalam bergerak ini bisa menjemukan siswa. Dan bila variasi dilakukan secara berlebihan itu juga bisa mengganggu perhatian siswa atau konsentrasi siswa terhadap pelajaran.
Maka dari itu gunakanlah variasi posisi ini secara wajar dan sesuaikan dengan tujuan, tidak sekedar mondar-mandir.
6. Model-Model Belajar
Dalam melaksanakan variasi gaya mengajar, guru hendaknya memperhatikan dan memahami gaya atau model-model belajar siswanya, supaya siswa termotivasi, bersemangat dan berminat dalam belajar. Adapun model-model belajar ada tiga macam, yaitu :
a. Visual
Bagi pelajar visual, belajar yang efektif adalah dengan menggunakan “gambaran keseluruhan” (melakukan tinjauan umum), yakni dengan membaca bahan pelajaran secara sekilas. Cirri-ciri pelajar visual :
1) Teratur, memperhatikan segala sesuatu
2) Mengingat dengan gambar, grafik dan warna untuk meningkatkan memorinya
Dari ciri-ciri diatas, guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyajikan bahan pelajaran, guru harus bisa menggunakan gambar, warna, untuk menumbuhkan minat belajar siswa dan meningkatkan memori siswa terhadap bahan tersebut. Gaya mengajar guru yang mudah mempengaruhi siswa ini adalah kontak pandang, perpindahan posisi dan eksperimen wajah.
b. Auditorial
Bagi pelajar auditorial, belajar yang efektif adalah dengan mendengar. Untuk itu guru disaat menerangkan dituntut untuk menggunakan variasi, pemusatan, perhatian dan kesenyapan memudahkan dan meningkatkan perhatian siswa dalam belajar.
Ciri-ciri siswa auditorial adalah :
1) Perhatiannya mudah terpecah
2) Berbicara dengan pola berirama
3) Belajar dengan cara mendengar
4) Berdialog secara internal dan eksternal
c. Kinestetik
Bagi pelajar kinestetik, belejar yang efektif adalah dengan melibatkan diri langsung dengan aktifitasnya, jadi merekacenderung pada eksperimen (gerak).
Ciri-ciri siswa kinestetik adalah :
1) Belajar dengan melakukan, menunjuk tulisan saat membaca
2) Mengingat sambil melihat langsung
Disini guru dianjurkan melibatkan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung, menggunakan metode eksperimen, bahasa tubuh guru hendaknya bervariasi, supaya menarik perhatian siswa dan mempermudah pemahaman siswa terhadap materi tersebut.
Referensi
1. Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1992), Cet. 4
2. Goerge Brown, Pengajaran Mikro: Program ketrampilan mengajar, (Surabaya: Airlangga University Press, 1991)
3. Richard Kindsvatter, at.all, Dynamic of Effective Teaching, (New York, 1996)
4. Wiryawan, Sri Anitah dan Noorhadi. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: UT, 1999
5. Brown, George. Micro Teaching: A Programme of Teaching Skills. New York: Metheuen Inc., 1984
6. Cole, G. Peter and Lorna K.S. Chan. Teaching Principles and Practice. New York: Prentice Publishing Company, 1989Hall, 1990
7. Jacobsen, David, Paul Eggen and Donald Kauchak. Methods for Teaching: A Skills Approach. Ohio: Merril